Menurutnya, keberadaan MGMP menjadi wadah penting untuk berbagi metode pembelajaran agar kualitas pendidikan di semua sekolah bisa merata.
“Kami ingin orang tua yakin bahwa kualitas pembelajaran di seluruh sekolah sama. Guru dituntut untuk lebih kreatif, saling berbagi, dan membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan siswa. Dengan lomba ini, kami juga ingin membina generasi muda Galuh yang mampu bergaul secara global, tapi tetap mencintai budaya lokal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan CSC 2025, tercatat 105 SMP dari seluruh wilayah Ciamis ikut serta. Setelah seleksi ketat mirip sistem tes CPNS, terpilih 18 sekolah yang masuk babak semifinal, di antaranya SMPN 2 Ciamis, SMPN 1 Rajadesa, SMPN 8 Ciamis, SMPN 1 Cikoneng, SMPN 1 Panjalu, hingga SMP IT MDF.
Kegiatan CSC terbagi dalam enam sesi dengan materi utama listening dan reading.
Baca Juga: Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Hadapi Tantangan Sosial Ekonomi
Disdik Ciamis juga berencana membagikan soal-soal lomba ke sekolah-sekolah sebagai referensi pembelajaran sekaligus sebagai kontrol bagi orang tua terhadap materi yang dipelajari anak di rumah.
Dengan dukungan berbagai sponsor dan pihak terkait, ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menciptakan pendidikan Ciamis yang lebih adil, merata, dan berdaya saing global.***
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan 16 Tersangka Kerusuhan di Gedung DPRD Ciamis, Bupati dan MUI Imbau Warga Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi
Tolak Anarkisme! Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian Lewat Doa Bersama dan Deklarasi Damai
Bikin Bangga! Kabupaten Ciamis Raih Penghargaan ASEAN ESC Award Kategori Lahan Bersih
Ratusan Penyandang Disabilitas di Ciamis Tersenyum Bahagia Menerima Bantuan Atensi dari Pemerintah
Lembaga Peduli Yatim Piatu Maleber Ciamis Gelar Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim