Baca Juga: Diduga Gegara Bakar Sampah, Gudang Rumah di Wonosari Klaten Terbakar, 2 Sepeda Motor Ikut Hangus
"Agar bisa belajar positif, ini sampah plastik terutama botol mineral dibikin wayang botol."
"Selain mengelola sampah dengan dibikin wayang, juga untuk melestarikan budaya mengenalkan kembali budaya leluhur kepada anak-anak, supaya tertarik atas kebudayaan tersebut," kata Akthila Anggraini kepada Portaloka.id, Sabtu siang, 6 September 2025.
Sementara itu, salah satu siswa, Aufa Atqia mengaku senang dan antusias bisa ikut bikin wayang botol.
Awalnya, ia merasa bingung dan kesusahan, terutama saat menempelkan potongan botol menggunakan lem tembak.
Namun, ia merasa bangga bisa karena bisa ikut memanfaatkan sampah plastik jadi barang yang estetik.
"Membuat wayang dari botol plastik bekas, baru pertama kali ini ikut."
"Sensasinya seru, dapat mengurangi sampah plastik di lingkungan."
"Susahnya itu pemasangan memakai lem tembak, kalau kena plastik mengkerut itu paling susah."
"Supaya tidak meleleh, plastiknya ini dibuat karakter perempuan," ucap Aufa Atqia.
Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan pementasan wayang botol dengan tema menjaga lingkungan. ***
Artikel Terkait
Ratusan Ojol dan Polres Klaten Gelar Doa Bersama untuk Mendiang Affan Kurniawan, Wujud Empati dan Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah
Diduga Gegara Bakar Sampah, Gudang Rumah di Wonosari Klaten Terbakar, 2 Sepeda Motor Ikut Hangus
Kemeriahan Grebeg Maulud di Pundungan Jonggrangan Klaten, Puluhan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi
Viral Konvoi Gerombolan Pemotor Bawa Sajam dan Ugal-ugalan di Jalan Solo-Yogyakarta Klaten, Polisi Turun Tangan
Jelang Panen Raya, Petani dan Warga di Delanggu Klaten Ikuti Tradisi Wiwitan Festival Mbok Sri, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Ogoh-Ogoh Tikus