Sabtu, 18 Juli 2026

Ironis, Kota Santri Dikotori Kasus Kekerasan Seksual, Ini Seruan Bupati Ciamis

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:34 WIB
Bupati Ciamis soroti peningkatan kasus pelecehan dan kekerasan seksual (Ist)
Bupati Ciamis soroti peningkatan kasus pelecehan dan kekerasan seksual (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis.

Dalam acara Silaturrahmi Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmy pada Rabu, 20 Agustus 2025, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyerukan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi persoalan ini.

Acara tersebut mengangkat tema "Membangun Sinergitas antara Pemerintah dan Masyarakat dalam Rangka Mengatasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Perempuan dan Anak".

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Ciamis, kepala OPD, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi dan pesantren, ketua BEM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga: Warga Panyingkiran Ciamis Antusias Ngubyag Balong dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-80

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat mengungkapkan keprihatinannya atas tren kekerasan seksual yang terus meningkat.

Berdasarkan data dari Januari hingga awal Agustus 2025, tercatat sebanyak 50 kasus kekerasan dan pelecehan seksual di wilayah Kabupaten Ciamis.

“Dari 50 kasus tersebut, 7 adalah kekerasan dalam rumah tangga, dan 43 sisanya adalah kasus kekerasan serta pelecehan seksual. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar korban adalah anak-anak di bawah umur, baik laki-laki maupun perempuan,” ujar Herdiat.

Ia juga menekankan bahwa angka tersebut hanyalah yang tercatat dan terlaporkan, sedangkan kemungkinan besar masih banyak kasus yang tidak dilaporkan karena berbagai faktor.

Baca Juga: Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Herdiat menegaskan bahwa mengatasi kekerasan seksual bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak semua pihak termasuk keluarga, sekolah, pesantren, tokoh agama, dan lingkungan sekitar untuk membentuk benteng perlindungan bagi anak-anak.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah saja. Diperlukan keterlibatan semua pihak. Ulama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menyatukan visi dan misi kita untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya pembangunan non-fisik seperti pembentukan karakter, akhlak, dan mental generasi muda. Ia menilai bahwa pembangunan mental jauh lebih menantang dibanding pembangunan infrastruktur.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X