Selasa, 2 Juni 2026

Sepasang Kekasih Mahasiswa Telantarkan Bayi hingga Meninggal Dunia di Ngemplak Sleman Yogyakarta

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:04 WIB
Ilustrasi - sejoli mahasiswa Sleman Yogyakarta telantarkan bayi hingga meninggal dunia (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi - sejoli mahasiswa Sleman Yogyakarta telantarkan bayi hingga meninggal dunia (Freepik/rawpixel.com)

PORTALOKA.ID - Sejoli mahasiswa diduga telantarkan bayi yang baru lahir hingga tewas di kawasan Maguwoharjo pada akhir Juli 2025 lalu.

Persisnya ada di rumah kos Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kasus ini terungkap dalam rilis kasus yang digelar di Polresta Sleman pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Diketahui pelaku berinisial JA (20) dan AGR (22), asal Temanggung, Jawa Tengah.

Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng Truk Vs Ambulans Bawa Pasien di Banguntapan Bantul Yogyakarta, 1 Orang Terluka

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit Kustiyadi, mengatakan kedua pelaku sedang menempuh pendidikan di salah satu kampus swasta di Sleman.

"Keduanya mahasiswa di salah satu kampus swasta di Sleman. Berasal dari satu daerah, Temanggung tapi kenalnya di Jogja. Sudah berhubungan (pacaran) sekitar satu setengah tahun," Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit Kustiyadi.

Wiwit mengatakan kejadian bermula dengan adanya temuan mayat bayi di kebun pisang milik warga pada Jumat, 25 Juli 2025.

Polisi pun langsung lakukan penyelidikan ke sejumlah tempat bersalin di kawasan tersebut.

Baca Juga: Resep Tongkol Jagung Sambal Geprek, Lezat Gurih dan Pedas Bikin Ngabisin Nasi Sebakul

"Petugas kepolisian melakukan penyelidikan ke sejumlah tempat, klinik bersalin dan rumah sakit yang sekiranya melakukan persalinan dan bidan," ujarnya.

Kemudian pada Rabu, 30 Juli 2025 sore, pihak kepolisian dapatkan informasi dari klinik kawasan Condongcatur yang menerima pasien memeriksakan keluhan pascamelahirkan.

Wiwit bilang, saat itu pelaku perempuan datang seorang diri.

"Sehingga dari tim kami melakukan pendalaman informasi tersebut dan yang menjadi kejanggalan perempuan hanya sendiri, tidak ada yang mengantar dari saudara atau keluarganya dan tidak membawa bayinya," katanya.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X