Minggu, 19 Juli 2026

BRI dan Liga Kompas Melepas Keberangkatan Tim LKG BRI ke Piala Dunia Remaja 'Gothia Cup' di Swedia

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 17 Juli 2025 | 17:14 WIB
Tim LKG BRI Indonesia siap berlaga di Gothia Cup 2025 Swadia (Ist)
Tim LKG BRI Indonesia siap berlaga di Gothia Cup 2025 Swadia (Ist)

Pada kesempatan tersebut, Hendy juga memberikan apresiasinya kepada kepada seluruh tim LKG BRI, para pelatih, serta semua pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini.

Baca Juga: SAH! Gaji PPPK Paruh Waktu 8 Daerah di Banten Telah Ditetapkan, Paling Besar Kota Tangerang

Tak lupa, Hendy juga memberikan dukungan kepada tim LKG BRI Indonesia untuk bermain dengan semangat tinggi untuk memenangkan Gothia Cup dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

“Kami sudah melakukan pemantuan pemain sejak awal musim kompetisi dan melakukan penyaringan bertahap sampai terbentuknya tim yang ada saat ini. Mereka adalah para pemain terpilih yang sudah digembleng dengan berbagai macam latihan dan mendapat berbagai pendampingan yang diperlukan. Kami sangat berharap tim ini dapat menjadi juara di Gothia Cup,” kata Direktur Liga Kompas Emilius Caesar Alexey.

Menurut Caesar, Tim LKG BRI Indonesia sudah dilatih dengan lebih baik dan menggunakan bantuan teknologi digital untuk membantu memetakan kelemahan pemain dan kelemahan taktik pada setiap laga, lalu memperbaikinya.

Rotasi pemain pada semua posisi juga terus dilakukan sehingga kekurangan pemain pada satu posisi tidak akan terjadi karena banyak pemain yang bisa mengisi beberapa posisi sekaligus.

Baca Juga: BlackRock dan Vanguard Susul JP Morgan Tambah Kepemilikan Saham BBRI, Bukti Tingginya Kepercayaan Investor Global

Rotasi semacam itu sudah dipersiapkan karena tim akan menjalani dua sampai tiga laga dalam sehari selama seminggu untuk menuju final.

Pemimpin Redaksi Kompas Haryo Damardono menyambut baik persiapan maksimal yang sudah dilakukan oleh Tim LKG BRI Indonesia.

Menurut Haryo, setelah menjalani kompetisi yang ketat dan pelatihan yang panjang, sudah saatnya Tim LKG BRI Indonesia mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Liga Kompas, kata Haryo, digelar pertama kali pada 2010 untuk menjawab ketiadaan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.

Baca Juga: Himbauan Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Yogyakarta Soal Ancaman Gelombang Tinggi

Setelah melewati 13 musim (karena hiatus 3 musim akibat pandemic Covid-19), Liga Kompas berhasil menyumbang puluhan pemain yang pernah membela timnas Indonesia pada berbagai kelompok umur dan timnas senior.

Ratusan alumni Liga Kompas juga terjun sebagai pemain profesional di berbagai klub Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X