Minggu, 19 Juli 2026

Transformasi Kesejahteraan Lintas Generasi: UNNES Gelar EPIC 2025 di Semarang

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 16 Juli 2025 | 21:54 WIB
UNNES menggelar Education and Psychology International Conference (EPIC) 2025. (Ist)
UNNES menggelar Education and Psychology International Conference (EPIC) 2025. (Ist)

Baca Juga: Lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Ada di Solo hingga Magelang Paling Banyak

Sementara itu, Dr. Felix Why, Dosen Senior di Worcester University, mempresentasikan "Sistem 1 untuk Perubahan Perilaku Kesehatan."

Ia menjelaskan perbedaan antara jalur perubahan perilaku Sistem 1 (tidak sadar, otomatis) dan Sistem 2 (sadar, terkontrol). Intervensi "nudge" yang memanfaatkan Sistem 1, seperti penempatan pilihan sehat yang lebih mudah dijangkau atau opsi default yang sehat, terbukti makin efektif dan penting, terutama di era media sosial dan fenomena Flynn Effect Terbalik (penurunan kecerdasan).

Prof. Lindsay Oades, dari The University of Melbourne, memperkenalkan konsep Literasi Kesejahteraan (Wellbeing Literacy).

Ia mendefinisikannya sebagai kemampuan memahami dan menyusun bahasa kesejahteraan untuk menjaga atau meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, orang lain, atau dunia.

Baca Juga: Gaji Komcad SPPI, Ada Perbedaan Gaji Antara PNS dan PPPK

Model Kapabilitas Literasi Kesejahteraan yang ia kembangkan meliputi kosakata, pemahaman, komposisi, kesadaran konteks, dan intensionalitas untuk kesejahteraan.

Penelitian awal menunjukkan bahwa literasi kesejahteraan merupakan konstruk yang berbeda dan memiliki varians unik.

Adapun Prof. Dr. Awalya, M.Pd., Kons., Guru Besar Manajemen Bimbingan dan Konseling UNNES, membahas kesejahteraan guru sebagai pusat keberhasilan kualitas pendidikan.

Ia menyoroti temuan riset di 48 SMA di Jawa Tengah (2022-2024) yang menunjukkan kesejahteraan guru tidak secara langsung memengaruhi skor literasi dan numerasi siswa, namun memiliki efek tidak langsung melalui pengembangan karakter siswa.

Baca Juga: Guru PAI Non‑ASN Full Senyum! Kemenag Naikkan Tunjangan Rp500 Ribu, Pencairan Dirapel Sejak Januari 2025

Selain itu, kesejahteraan guru berdampak langsung pada metode pengajaran, manajemen kelas, dan dukungan psikologis, menekankan pentingnya sistem pendukung dan program pengembangan profesional untuk guru.

Konferensi ini diharapkan menjadi landasan penting bagi pengembangan strategi dan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan di berbagai lapisan masyarakat, dengan mempertimbangkan dinamika lintas generasi di era digital.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X