Kepala Dinsos Boyolali, Sumarno menambahkan keempat bocah itu kondisinya sudah semakin membaik.
Keempat anak tersebut sebelumnya berada di rumah singgah Boyolali.
Kemudian dipindahan ke salah satu pondok untuk mengembalikan mental si anak.
Hal itu dikarenakan rumah singgah bukan untuk anak-anak.
"Rumah Singgah Dinsos kan tidak untuk anak anak, tetapi untuk ODGJ."
"Maka mereka kita pindahkan ke pondok," ucap Sumarno, Selasa, 15 Juli 2025, dikutip dari Suara Merdeka Solo.
Anak-anak tersebut akan mendapat pendidikan nonformal selama di pondok.
"Tadi sudah kami lihat mereka di tes mengaji."
"Ternyata memang pandai mengaji, suaranya bagus."
"Malah, salah seorang anak ada yang hafal 13 juz," katanya Sumarno.
Diberitakan sebelumnya, 4 anak laki-laki ditemukan dalam kondisi kaki dirantai dan kelaparan di rumah SP (65), di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu, 13 Juli 2025.
Para korban yakni VMR (6) dan MAF (11) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Pemilik Rumah Tempat 4 Anak Laki-laki Dirantai dan Kelaparan di Andong Boyolali Ditangkap Polisi
Pemilik Rumah Tempat 4 Anak Laki-laki Dirantai dan Kelaparan di Andong Boyolali Dijerat UU Perlindungan Anak, Ini Daftar Barang Buktinya
Pemilik Rumah Tempat 4 Anak Laki-laki Dirantai dan Kelaparan di Andong Boyolali Dikenal Sebagai Tokoh Agama
Wakil Bupati Batang Suyono Temui Anak Laki-laki Dirantai dan Kelaparan di Andong Boyolali
4 Anak Laki-laki Dirantai di Andong Boyolali Kini Tinggal di Pondok Pesantren, Pintar Mengaji dan Suaranya Bagus