Sehingga, petugas harus melakukan penguraian dengan alat garu supaya bara api yang ada di bawah bisa padam.
"Proses pemadaman kita gunakan indoor fighting karena bangunan masih utuh dan kokoh."
"Kita cooling pakai air, kita tapis dari belakang sampai titik api depan."
"Karena tumpukan sampah tinggi, kita perlu urai pakai garu agar bara api di bawah benar-benar padam," ujarnya.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan api setelah 30 menit.
Proses penanganan tumpukan sampah juga dibantu oleh petugas TRS BPBD Klaten, relawan dan pengelola TPS3R.
"Yang terbakar jenis sampah campuran, ada plastik, sampah rumah tangga dan beragam sampah."
"Kita lihat tumpukan sampah berada di dalam TPS3R, jadi mesin penggiling sampah itu milik desa."
Baca Juga: Polres Klaten Ungkap Kasus Narkoba Berkedok Warung Sembako, Jual Pil Koplo ke Pelajar di Bawah Umur
"Kalau kita tidak padamkan otomatis menganggu mesin tersebut."
"Untuk dugaan masih dalam penyelidikan," katanya. ***
Artikel Terkait
Jaga Ekosistem dan Populasi, 40 Ribu Benih Ikan Nila Ditebar di Rowo Jombor Bayat oleh Polres Klaten
Kondisi Mayat Wanita saat Ditemukan Warga di Sungai Beji Karangdowo Klaten, Korban Diduga Sudah 6 Jam Meninggal Dunia
Terungkap Identitas Mayat Wanita yang Ditemukan Tengkurap Mengapung di Sungai Beji Karangdowo Klaten, Diduga Alami Gangguan Jiwa
Heboh Penemuan Mayat Wanita Tengkurap Mengapung di Sungai Beji Karangdowo Klaten, Awalnya Dikira Boneka
Libur Sekolah Tiba! Asyiknya Kemah Liburan Sambil Belajar Mitigasi Bencana untuk Anak-anak di Umbul Besuki Polanharjo Klaten