Baca Juga: Resep Cumi Sambal Pete Lezat Pedas Menggoyang Lidah, Siap-siap Bakal Ngabisin Nasi Sebakul
Kata Jeffry, korban lalu lompat dari motor dan menghampiri dua laki-laki di seberang jalan.
"Saat berada di lokasi kejadian, korban langsung mengatakan kepada APR agar berhenti berkendara. Korban pun langsung turun dengan cara melompat. Kemudian, dari arah seberang, APR melihat ada dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu," urai Jeffry.
Seorang pelaku yang misterius lalu turun dari motornya.
Korban dan pelaku akhirnya adu senjata tajam, keduanya saling mengayunkan celurit.
Tiba-tiba korban jatuh tergeletak di jalan.
Sedangkan kedua pria misterius langsung melarikan diri.
Selanjutnya kata Jeffry, APR langsung menghampiri korban.
Dibantu dengan warga sekitar, korban dinaikkan ke motor APR dengan posisi tengkurap.
"Orang tak dikenal itu pergi ke arah selatan di jalan. Lalu, APR menghampiri korban dan ada pula sesorang warga yang datang membantu menaikkan korban ke sepeda motor Yamaha Nmax milik APR dengan posisi korban tengkurap saat di bonceng," jelas Jeffry.
Saat itu APR panik karena korban mengeluarkan banyak darah.
Akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Rajawali Citra.
Nahas, saat dalam perjalanan ternyata korban sudah meninggal dunia.***
Artikel Terkait
Seorang ABG Tewas Usai Duel Maut dengan Sajam di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta
Kondisi Korban ABG Tewas Usai Duel Maut di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta, Polisi: Tertusuk Benda Tajam pada Bagian...
Korban ABG Tewas Ternyata Minum Arak Sebelum Duel Maut di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta
Detik-detik Duel Maut Celurit yang Menewaskan ABG di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta
7 Fakta Duel Maut ABG di Jalan Bawuran Batul Yogyakarta, Korban Meninggal Dunia Diangkut Posisi Tengkurap dengan Sepeda Motor
Pelaku Duel Maut di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta Berhasil Diamankan! Ternyata Sudah Saling Kenal
Terungkap Perjanjian Pelaku dan Korban saat Duel Maut di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta
Ternyata Korban Tantang Pelaku Duel Maut dengan Celurit, Dobleh Sempat Nego dengan Tangan Kosong