PORTALOKA.ID - Sedang ramai menuai sorotan sebagian publik di media sosial terkait dugaan jual beli 'kursi' atau jatah masuk untuk siswa pada penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru 2025 (SPMB 2025) di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus jual beli jatah masuk untuk siswa itu melibatkan 4 sekolah di Bandung, dan kini tengah diselidiki oleh pihak pemerintah setempat.
Terkini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq membenarkan kasus itu sedang dikaji pemerintah daerah di Kota Bandung, Jabar.
"Kita dengar ada satu kasus, itu Wali Kota lagi memproses dan melakukan pendalaman. Nah kita harapkan hal-hal semacam itu tidak terjadi," kata Fajar dalam acara Forum Bersama Pengawasan SPMB 2025-2026 di Jakarta pada Rabu, 11 Juni 2025.
Selain Fajar, Kombes Pol. Hagnyono dari Bareskrim Polri dalam kesempatan yang sama juga menyatakan pihaknya akan menindak secara tegas jika kasus tersebut terbukti benar.
Di sisi lain, Hagnyono menuturkan kejadian baru bisa diselidiki apabila ada pengaduan langsung dari masyarakat kepada polisi.
"Akan menindaklanjuti apabila peristiwa itu ada. Tentunya nanti kan ada pengaduan atau ditemukan oleh polisi. Kalau pengaduan, berarti kan dilaporkan oleh masyarakat," tutur Hagnyono.
"Tentunya kan nanti berdasarkan strategi kita, penyelidikan Bareskrim. Kalau apa yang disampaikan masyarakat memang ada bukti yang kuat, yang bersangkutan melakukan jual beli kursi, kita tindaklanjuti dengan membuat laporan polisi," sambungnya.
Baca Juga: 9 Madrasah Aliyah Swasta Terbaik di Tasikmalaya Terakreditasi A, Referensi SPMB 2025 Selain SMA
Menilik ke belakang, sebelumnya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sempat menyebut pihaknya akan memberikan peringatan keras dan sanksi berat apabila terdapat indikasi dugaan kasus tersebut.
"Itu masih diselidiki, apabila baru indikasi, maka akan diberi peringatan keras dan sanksi administrasi berat. Tapi kalau sudah terlaksana ya sanksi pidana langsung," kata Farhan dalam kesempatan berbeda di Balai Kota Bandung, pada Selasa, 10 Juni 2025.
Farhan kemudian mengklaim, satu 'kursi' atau jatah masuk untuk siswa sekolah itu diduga dihargai Rp 5 juta hingga Rp 8 juta oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Belum bisa saya buka karena masih tahap penyelidikan. Rp 5 sampai Rp 8 juta per kursi lumayan," ungkapnya.
Artikel Terkait
3 Tes Seleksi Kompetensi Tambahan untuk Calon Guru Sekolah Rakyat Kemensos yang Wajib Diikuti, Jika Tidak Ikut Dianggap Mengundurkan Diri
Hak dan Kewajiban yang Didapatkan Guru Sekolah Rakyat Kemensos, Cek Dulu Sebelum Daftar Ya!
Wajib Catat! Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan Calon Guru Sekolah Rakyat Kemensos, Ada Tes Bahasa Inggris hingga Wawancara
4 Fakta Batita Tewas Tenggelam di Sungai Bendo Bantul Yogyakarta, Ternyata Masih Latihan Jalan hingga Keluarga Korban Tidak Lanjutkan Proses Hukum
3 Fakta Pikap Muat Semangka Terguling di Kulon Progo Yogyakarta, Buah Bagus Masih Diangkut Lagi
Asal Usul Munding Ki Bowang, Seni Helaran Ciamis yang Berasal dari Cerita Rakyat, Sarat Makna Tentang Kepemimpinan