PORTALOKA.ID - Inilah deretan fakta pencurian di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Wijirejo, Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sejumlah uang dan TV raib digondol maling.
Dari kejadian ini sekolah menelan kerugian hingga jutaan rupiah.
Diduga pelaku lancarkan aksinya saat kondisi sekolah sepi.
Baca Juga: 30 Ucapan Idul Adha 1446 H Penuh Doa dan Harapan untuk Dibagikan di Sosial Media
Berikut Portaloka.id sajikan deretan fakta kasus pencurian di SMPN kawasan Pandak Bantul dirangkum dari berbagai sumber:
1. Awal Mula Tahu Kemalingan
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan kasus pencurian itu pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, Suharyanta (36).
Kejadian bermula saat saksi berangkat ke sekolah pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 05.00 WIB.
Saksi pun mulai bekerja dan menemukan sebuah kejanggalan karena pintu ruang guru dan kelas sudah tidak terkunci.
Jeffry bilang, saksi langsung memeriksa bagian dalam ruangan dan mendapati satu unit TV di ruang Bimbingan Konseling (BK) sudah tidak ada.
"Sampai di ruang guru, saksi mendapati pintu sudah tidak terkunci dan setelah dicek satu unit TV sudah tidak ada di tempat," kata Jeffry.
2. Uang di Almari BK Ludes
Saksi langsung melaporkan kejadian ini pada guru yang mengajar di sekolah tersebut.
Artikel Terkait
4 Fakta Pekerja Proyek KAI Tewas Tertemper KA Malioboro Ekspres di Kulon Progo Yogyakarta, Gegara Ambil Minum hingga Masinis Sudah Tahu Ada Temperan
Trending 'Justice For Argo', Christiano Mahasiswa FEB UGM Jadi Tersangka, Buntut Kecelakaan Maut BMW Tabrak Vario di Sleman Yogyakarta
Polemik Pelat BMW Christiano Tarigan yang Diganti di Polsek Ngaglik Sleman Yogyakarta, Polisi Buka Suara
Heboh Penemuan Kerangka Manusia di Perkebunan Warga Prambanan Sleman Yogyakarta
4 Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Sleman Yogyakarta, TKP di Parit Kering hingga Belum Diketahui Sebab Kematian
Pengendara Beat Tewas Usai Tabrak Truk Tronton Parkir di Jalan Wates Kulon Progo Yogyakarta
4 Fakta Kecelakaan Beat dan Truk Tronton di Kulon Progo Yogyakarta, Kasus Masih dalam Penyelidikan Polisi
Ngaku Polisi, Mahasiswa Asing Ditahan Imigrasi Gegara Kasus Penipuan di Yogyakarta