Minggu, 19 Juli 2026

Izin Tambang Gunung Kuda Cirebon Dicabut, Dedi Mulyadi Beri Respons Begini Terhadap Pekerja yang Protes

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 2 Juni 2025 | 18:20 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tanggapi pekerja tambang Gunung Kuda Cirebon yang protes karena izin dicabut (Instagram @dedimulyadi71 - X.com/@volcaholic1)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tanggapi pekerja tambang Gunung Kuda Cirebon yang protes karena izin dicabut (Instagram @dedimulyadi71 - X.com/@volcaholic1)

CIREBON, PORTALOKA.ID - Insiden longsor terjadi di area tambang Galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon terjadi pada pukul 09.30 WIB, pada Jumat, 30 Mei 2025 lalu.

Sejak proses evakuasi korban pasca insiden longsor di Gunung Kuda pada 30 Mei 2025, tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 19 korban tewas, dan 6 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat pun mencabut izin usaha pertambangan atau IUP Koperasi Pondok Pesantren Al Azhariyah dan pengelola pertambangan lain, imbas insiden longsor di Gunung Kuda, Cirebon.

Terkini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi sejumlah pekerja tambang Gunung Kuda di Cirebon yang protes soal pencabutan izin pertambangan itu.

Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI: Kinerja Terus Tumbuh dan Tetap Optimis

Tampak melalui YouTube KDM Channel yang tayang pada Senin, 2 Juni 2025, para pekerja itu menghampiri Dedi untuk mengeluhkan lantaran telah kehilangan pekerjaan.

"Pak, kami sebagai kuli tambang," ucap salah satu pekerja tambang.

"Kan musibah, kalau sekarang saya harus menyelesaikan yang besar dulu," jawab Dedi.

Dedi kemudian menuturkan, para pekerja tambang yang kini tak memiliki pekerjaan imbas insiden longsor di Gunung Kuda, bisa mencari pekerjaan yang serupa dengan keahliannya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Perintahkan Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon Ditutup Permanen: Sangat Berbahaya

"Kuli kan Bapak bisa ganti, kuli bangunan, kuli nyangkul, kuli tenaga kebersihan. Banyak pekerjaan," terangnya.

"Bapak nangis karena kehilangan pekerjaan, orang lain nangis karena kehilangan nyawa Pak," imbuh Dedi.

Menjawab tanggapan Dedi, seorang pekerja tambang mengungkap dirinya membutuhkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Untuk makan (sehari-hari), Pak," ujar pekerja tambang kepada Dedi.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X