Minggu, 19 Juli 2026

KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI, Sebut Kebijakan Ini Belum Ada Standar Baku

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:05 WIB
KPAI soroti program Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait siswa nakal (Jabarprov.go.id)
KPAI soroti program Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait siswa nakal (Jabarprov.go.id)

PORTALOKA.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi telah mulai menerapkan program pendidikan karakter bagi siswa di barak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebelumnya, Gubernur Jabar yang dikenal kerap membagikan aktivitas kerjanya di media sosial (medsos) itu mulai mengirimkan siswa di Purwakarta dan Bandung ke Barak TNI, sejak 5 Mei 2025.

Program Dedi itu tidak lepas dari pro kontra di tengah masyarakat. Ada yang khawatir dengan didikan tegas ala TNI kepada siswa, terdapat pula yang mendukung demi kedisiplinan anak-anak di Jabar.

Terkini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra turut memberi pandangannya terkait program Gubernur Jabar itu.

Baca Juga: Jadi Sponsor Utama Purwokerto Half Marathon 2025, Wujud Nyata Dukungan BRI Terhadap Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Jasra menyoroti belum adanya standar baku dalam penyelenggaraan program pendidikan karakter terhadap para siswa di Barak TNI.

Komisioner KPAI itu melanjutkan, akibatnya terdapat perbedaan pola pelaksanaan di dua tempat Barak TNI, yakni di Purwakarta dan Bandung.

"Perbedaan tersebut mencakup struktur program, ketersediaan sarana prasarana," tutur Jasra dalam konferensi pers secara virtual, pada Jumat, 16 Mei 2025.

Kemudian, Jasra menyoroti adanya metode pengajaran mata pelajaran sekolah yang tidak seragam pada berbagai tingkat pendidikan para siswa di dua tempat Barak TNI tersebut.

Baca Juga: Temuan Mengejutkan KPAI Terkait Siswa di Barak Militer yang Digagas Gubernur Dedi Mulyadi

"Rasio antara peserta dan pembina serta metode pengajaran mata pelajaran sekolah yang tidak seragam meskipun berasal dari jenjang kelas dan jurusan yang berbeda," terangnya.

Komisioner KPAI itu menyebut, perbedaan dalam metode belajar siswa di Barak TNI berpotensi mempengaruhi hasil dari program sang Gubernur Jabar.

"Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu hasil dari program secara keseluruhan," tandasnya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X