Minggu, 19 Juli 2026

Prabowo Kaget Drone Bisa Tabur Benih 25 Hektare Sehari, Petani di Jabar Ini Pernah Keluhkan Harga Sewanya yang Tinggi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 23 April 2025 | 21:45 WIB
Momen Prabowo terbangkan drone untuk menanam padi (Tim Media Presiden Prabowo)
Momen Prabowo terbangkan drone untuk menanam padi (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto mengaku kaget saat mencoba teknik penanaman benih padi menggunakan teknologi drone di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025.

Prabowo melakukan uji coba teknik pertanian modern itu saat acara Gerakan Menanam Padi Bersama di 14 Provinsi, yang berpusat di Sumsel.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menuturkan teknologi drone yang digunakannya dapat menyebarkan benih sehingga membuat para petani bekerja lebih efisien.

"Saya sendiri baru mencoba, kaget juga saya untuk pertama kali mengendalikan drone," tutur Prabowo saat acara Tanam Raya di Sumsel, pada Rabu, 23 April 2025.

Baca Juga: 7 Langkah Mudah Membuat Ayam Lado Ijo Khas Padang, Gurih dan Wanginya Bikin Lapar

Prabowo menyebut, dahulu para petani hanya mampu menebar benih padi dalam satu hektare selama 25 hari.

Kini, Presiden RI itu terkejut lantaran teknologi drone tersebut dapat menabuh benih sejauh 25 hektare hanya dalam satu hari.

"Drone itu yang menyebarkan, menebarkan benih pertanian. Ini ternyata bisa sehari 25 hektare," tutur Prabowo.

"Yang tadinya 1 hektar pakai tenaga manusia lamanya 25 hari, artinya dulu 1 hektare 25 hari," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Prabowo Ungkap Qatar akan Investasi dengan Danantara Sekitar Rp 33 T

Berkaca dari hal itu, ternyata tren penggunaan drone untuk pertanian pernah ramai diperbincangkan pada tahun 2024.

Kala itu, para petani di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) dikenalkan sistem pertanian berbasis teknologi drone untuk menaburkan pupuk cair NPK Phonska Alam.

Dalam kesempatan berbeda, seorang petani berdana Ridwan Sanjaya menjelaskan drone tersebut dapat terbang ke berbagai area yang diinginkan petani untuk melakukan pemupukan melalui jalur udara.

Di sisi lain, Ridwan mengaku petani di wilayahnya tidak mampu untuk membeli alat tersebut.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X