Minggu, 19 Juli 2026

Ratusan Siswa di Cianjur Keracunan Usai Santap Makanan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Turun Tangan: Berasal dari MBG atau Bukan?

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 23 April 2025 | 19:10 WIB
Ilustrasi - Siswa di Cianjur keracunan usai menyantap makanan program MBG (Instagram @badangizinasional.ri)
Ilustrasi - Siswa di Cianjur keracunan usai menyantap makanan program MBG (Instagram @badangizinasional.ri)

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bakal Panggil Ormas se-Jabar, Buntut Kasus Pembakaran Mobil Polisi di Depok

Menurut perwakilan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi, makanan yang disajikan hari itu telah melalui proses pengolahan standar dan penyimpanan yang sesuai prosedur.

Namun, sebagai upaya perbaikan, BGN akan memperketat pengawasan penyimpanan makanan di seluruh dapur MBG.

Selain itu, Dadan mengungkap bahwa sistem keamanan pangan nasional juga akan disempurnakan, dengan penguatan regulasi dan pelatihan rutin bagi mitra penyedia makanan.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa MAN 1 Cianjur mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah, beberapa jam setelah makan siang.

Baca Juga: Dapur MBG di Kalibata yang Berhenti Beroperasi karena Rugi Hampir Rp1 Miliar Bongkar Kronologi Penggelapan Dana

Salah satu siswa, Muhammad Reyhan, mengisahkan bahwa dirinya mulai merasa tidak enak badan sekitar pukul 14.30 WIB, setelah mengonsumsi nasi dan ayam suwir dari program MBG pada pukul 12.00 WIB.

"Tadi siang sekelas makan MBG, isinya nasi dan ayam potong seperti ayam suwir. Setelah itu, sekitar jam setengah tiga mulai pusing, mata juga kunang-kunang. Saya kan pulang, begitu sampai rumah langsung muntah," ujar Reyhan.

Ia juga menambahkan bahwa ayam yang dimakan tercium aroma asam, namun tetap disantap karena dianggap sebagai bagian dari bumbu.

"Sedikit berbau, seperti asam begitu. Tapi tetap dimakan karena dikiranya bumbunya begitu," sambungnya.

Baca Juga: Tidak Dibayar Hampir Rp1 Miliar, Mitra MBG di Kalibata Polisikan Oknum yang Lakukan Penggelapan Dana

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat bahwa sebanyak 38 siswa harus dirawat setelah kejadian tersebut. Pihak rumah sakit memastikan kondisi siswa saat ini dalam pemantauan dan secara umum mulai membaik.

BGN berharap hasil investigasi akan segera memberikan kejelasan.

Lembaga ini juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan serta menyempurnakan sistem pengelolaan MBG agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X