Minggu, 19 Juli 2026

Ratusan Siswa di Cianjur Keracunan Usai Santap Makanan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Turun Tangan: Berasal dari MBG atau Bukan?

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 23 April 2025 | 19:10 WIB
Ilustrasi - Siswa di Cianjur keracunan usai menyantap makanan program MBG (Instagram @badangizinasional.ri)
Ilustrasi - Siswa di Cianjur keracunan usai menyantap makanan program MBG (Instagram @badangizinasional.ri)

CIANJUR, PORTALOKA.ID - Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 21 April 2025 lalu.

Insiden ini langsung ditanggapi serius oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini tengah menyelidiki penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan empati mendalam kepada seluruh siswa yang terdampak, terutama para korban dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama lembaganya.

Baca Juga: 3 Orang Pengedar Uang Palsu di Cianjur Jawa Barat Ditangkap, Beraksi di 3 Kecamatan, Dapat Upal dari Seseorang di Garut

"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujar Dadan Hindayana pada Selasa, 22 April 2025.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," tambahnya.

Lebih lanjut, Dadan juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun langkah-langkah antisipatif guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

"Kami mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Selain itu, kami akan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG," tuturnya.

Baca Juga: 7 Langkah Mudah Membuat Ayam Lado Ijo Khas Padang, Gurih dan Wanginya Bikin Lapar

Sementara itu, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Hasil pengujian laboratorium tersebut baru akan diketahui dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

"Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab keluar," lanjut Dadan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X