Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB itu dihadiri sekitar 200 orang.
Para tamu disuguhi tontonan pertunjukan seni wayang kulit dan diberi makanan dan minuman.
Di antaranya kacang goreng, pisang goreng, kerupuk pangsit, kerupuk kulit, dan roti kering.
Warga juga mendapat nasi kotak berisi nasi putih, rendang, sambal goreng krecek, acar, dan kerupuk udang.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus BBM Pertalite Dioplos Air di SPBU Trucuk Klaten
Setelah mengkonsumsi makanan tersebut, sejumlah orang mengalami gejala mual, muntah, diare, dan pusing pada Minggu, 13 April 2025 sekitar pukul 06.30 WIB.
Kasatreskrim Polres Klaten, Iptu Taufik Frida Mustofa mengatakan berdasarkan penjelasan pemilik hajatan, makanan yang disajikan dimasak bersama-sama oleh tetangga sekitar sebagai juru masaknya.
"Menjadi rutinitas di desa, mereka membuat hidangan yang disajikan saat hajatan secara rewang dengan menu disajikan dibantu bersama tetangga."
"Agar penyajiannya lebih mudah, makanan disajikan dalam kardus,” ujar Iptu Taufik Frida Mustofa, kepada Portaloka.id, Senin, 14 April 2025. ***
Artikel Terkait
Makanan Konsumsi Tamu Wayangan Dimasak Rewangan Warga, Pemilik Hajatan Diperiksa soal Kasus Dugaan Keracunan 64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten
UPDATE Kasus Keracunan Massal di Karangturi Gantiwarno Klaten saat Acara Wayangan, Korban Jadi 110 Orang, 1 Meninggal Dunia
Daftar Makanan Acara Wayangan di Karangturi Gantiwarno Klaten, Konsumsi Dimasak Rewangan Warga, 110 Orang Keracunan, Ada Rendang hingga Pisang Goreng
Pemkab Klaten Tetapkan KLB Kasus Ratusan Warga Alami Keracunan di Karangturi Gantiwarno
Bupati Klaten Hamenang Pastikan Biaya Pengobatan Korban Keracunan di Karangturi Gantiwarno Gratis