Minggu, 19 Juli 2026

Direktur RSHS Bandung Angkat Bicara soal Dokter PPDS Upad yang Bius dan Rudapaksa Keluarga Pasien: Otak Kriminal, Bukan Belajar!

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 9 April 2025 | 17:15 WIB
Tampang dokter PPDS Unpad yang bius dan rudapaksa keluarga pasien di RSHS (X.com/@txtdarijasputih dan @999o7i)
Tampang dokter PPDS Unpad yang bius dan rudapaksa keluarga pasien di RSHS (X.com/@txtdarijasputih dan @999o7i)

BANDUNG, PORTALOKA.ID - Jagat maya digegerkan dengan viralnya kasus dugaan pembiusan dan rudapaksa oleh dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rachim Dinata Marsidi angkat bicara terkait kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

Rachim kemudian mengungkap modus peserta PPDS Unpad yang diduga membius dan merudapaksa keluarga pasien di RSHS Bandung.

Dirut RSHS Bandung itu menyoroti bidang studi spesialis anestesi atau pembiusan yang tengah didalami oleh peserta PPDS Unpad tersebut.

Baca Juga: Kisah Mahayusi Perajin Mutiara Asal Lombok Sukses Tembus Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan UMKM BRI

"Memang dibius, ini kan anestesi ini mengenai penanganan pembiusan, jadi dia PPDS ini residen lagi belajar anestesi," tutur Rachim saat ditemui awak media di RSHS Bandung, pada Rabu, 9 April 2025.

Di sisi lain, Rachim berkomentar hal yang dilakukan terduga pelaku itu sebagai 'otak kriminal'.

"Itu otak kriminal bukan belajar. Kalau kesalahan tindakan itu belajar, kalau ini kan kriminal niatnya sudah lain," ungkap Rachim.

"Kalau di kita, jelas ini kan mengenai pelecehan seksual, kekerasan, memukul atau verbal, ini sudah ada semua di sana," sambungnya.

Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Identitas Dokter PPDS Upad yang Diduga Bius dan Rudapaksa Keluarga Pasien RSHS Bandung

Terkait kasus ini, Unpad menyatakan terduga pelaku telah diberhentikan sebagai peserta PPDS.

Pihak Unpad pun mengklarifikasi terduga pelaku merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS, bukan karyawan RSHS Bandung.

"Terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS," tutur Unpad dalam pernyataan resminya, pada Rabu, 9 April 2025.

"Maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS," tandasnya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X