Minggu, 19 Juli 2026

TERUNGKAP! Ini Identitas Dokter PPDS Upad yang Diduga Bius dan Rudapaksa Keluarga Pasien RSHS Bandung

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 9 April 2025 | 16:32 WIB
Polda Jabar ungkap identitas dokter PPDS Unpad yang bius dan rudapaksa keluarga pasien di RSHS (Instagram.com/@ppdsgramm - Dok. Kemenkes RSHS Bandung)
Polda Jabar ungkap identitas dokter PPDS Unpad yang bius dan rudapaksa keluarga pasien di RSHS (Instagram.com/@ppdsgramm - Dok. Kemenkes RSHS Bandung)

BANDUNG, PORTALOKA.ID - Lini masa media sosial (medsos) tengah dihebohkan dengan viralnya kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

Peserta PPDS Unpad itu diduga membius dan merudapaksa keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Terkini, Polda Jabar menahan seorang peserta PPDS Unpad berinisial PAP (31) atas dugaan kekerasan seksual terhadap keluarga pasien di RSHS Bandung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pihaknya.

Baca Juga: 4 Ton Volume BBM Pertalite di SPBU Trucuk Diduga Tercampur Air, Pertamina dan Polres Klaten Lakukan Investigasi

"Iya kita tangani kasusnya, sudah ditahan tanggal 23 Maret tersangkanya," kata Surawan kepada awak media di Bandung, pada Rabu, 9 April 2025.

Surawan menjelaskan, pelaku merupakan peserta residen program spesialis anestesi di Unpad.

Kejadian itu terjadi di RSHS Bandung pada pertengahan Maret 2025 lalu.

"Pelakunya satu orang, umur 31 tahun, merupakan spesialis anastesi," tutur Surawan.

Baca Juga: Kisah Mahayusi Perajin Mutiara Asal Lombok Sukses Tembus Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan UMKM BRI

Sebelumnya, salah satu postingan yang viral tampak membagikan tulisan chat yang menyebut adanya pemerkosaan terhadap penunggu pasien dengan menggunakan obat bius.

"Assalamualaikum dok. Izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anestesi PPDS melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius," tulis akun Instagram @ppdsgramm, pada Selasa, 8 April 2025.

Selain itu, chat tersebut menyebut terdapat bukti CCTV lengkap terkait kasus dugaan pemerkosaan tersebut.

"Terdapat bukti CCTV lengkap, keluarga pasien menuntut secara hukum kepada 2 Residen," sambungnya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X