"Semua pencurian itu dilakukan dengan sangat cepat."
"Saat pengendara masuk lagi ke mobil dan menyadari kehilangan barang, seluruh anggota sindikat sudah tidak ada di lokasi," ungkapnya.
AKBP Sigit mengatakan, barang-barang hasil curian biasanya langsung dijual dan dikirim ke Jakarta.
Hal itu dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak.
Lebih lanjut, AKBP Sigit mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan orang-orang yang mencurigakan yang ditemui di jalan.
Adapun salah satu korban sindikat penjambret ini yakni seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Ia menjadi korban penjambretan saat perjalanan menuju RS UNS. ***
Artikel Terkait
Inspratif Warga Sulap Sungai Kotor Penuh Sampah Jadi Destinasi Wisata Alam Brintik River Side di Kebonarum Klaten
Lebaran Idul Fitri Mudik ke Klaten Jawa Tengah? Yuk Piknik ke Agrowisata Buah Jambu Kristal, Metik Sendiri dan Makan Sepuasnya Gratis
BKN Siapkan Skema Pelaksanaan WFA Bagi PNS, Ada Kriteria Tertentu?
Banyak Motor Mogok Gegara Terjang Banjir di Jalan Jogja-Solo Prambanan dan Exit Tol Jogonalan Klaten
5 Karyawan Kantor Pos Prambanan Klaten Termasuk Ibu Hamil Terjebak Banjir Dievakusi Pakai Perahu Karet
Catat Tanggalnya! Ada 24 Hari Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025, Libur Awal Puasa Mulai 27 Februari 2025
Layanan Perbankan Optimal dan Tata Kelola yang Baik Jadi Fondasi Resiliensi Kinerja BRI
Berhenti Mendadak, Supra Fit Diseruduk Mobil Toyota Rush di Jalan Raya Maumere-Larantuka Sikka, Begini Kondisi Pengendara Sepeda Motor
Warga Kota Raja Kupang Ditemukan Gantung Diri di Kamar, Begini Pengakuan Keluarga Sebelum Korban Mengakhiri Hidup
Pengamat Sebut Ajakan Tarik Dana dari Bank Himbara Menyesatkan Masyarakat