Meski pernah mengalami kegagalan, Kuswanda tidak menyerah. Ia terus mencoba lagi menanam melon dengan harapan akan mendapatkan hasil yang diinginkan.
"Saya akhirnya ketemu dengan Kang Hilman, dia orang Ciamis yang ahli dalam budidaya melon. Saya banyak konsultasi dan belajar dari dia. Sampai akhirnya berhasil," tuturnya.
Raup Untung Jutaan Rupiah
Kuswanda terus mengembangkan usahanya. Dari semula punya satu kebun, sekarang ia memiliki dua kebun melon yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Dari kebun-kebun melon itu pun mengalir pundi-pundi rupiah. Kuswanda mengaku bisa meraup untung yang lumayan.
"Keuntungannya itu tidak tentu ya, tergantung kondisi buahnya. Kalau lagi bagus, bisa sampai puluhan juta rupiah," ungkapnya.
Pembeli yang datang mayoritas warga sekitar rumahnya. Ada juga yang berasal dari desa tetangga.
Pengunjung pun bisa memilih sendiri buah melon dan memetiknya langsung di kebun. Di sini tersedia empat varian yang bisa dipetik.
Harganya juga cukup terjangkau, yakni Rp30.000 per kilogram.
Kuswanda mempersilakan pengunjung yang ingin membeli melon, bisa datang kapan saja selagi stoknya masih tersedia.
Bagi yang ingin menikmati sensasi memetik melon, bisa datang langsung ke kebun milik Kuswanda di Dusun Gunung Asih, RT 23 RW 07, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.