ragam

Kisah Heroik di Balik Keberhasilan Baznas Kabupaten Ciamis-Part 1

Rabu, 15 Januari 2025 | 10:03 WIB
Amas Muhammad Tamsis, S.Ag , Kepala Pelaksana Baznas Kabupaten Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

Amas mengatakan, program pertama yang dilakukan dirinya adalah membangun kepercayaan masyarakat Ciamis.

Baca Juga: Wisata Keluarga hingga Noctourism Diprediksi Bakal jadi Tren Wisata 2025 di Ciamis

Jauh sebelum ada Baznas, sudah berkembang tradisi membagikan zakat perorangan tanpa lembaga amil. Masyarakat muslim Ciamis seolah tidak percaya dengan keberadaan amil zakat.

"Pada tahun 2016 kami membangun komunikasi dengan Baznas Pusat untuk menggunakan sistem aplikasi Simba, sebuah aplikasi transaksi zakat dengan notifikasi. Setiap Muzaki membayar zakat, nanti akan ada notifikasi pemberitahuan dan ucapan terimakasih dari aplikasi sehingga semua transparan," ujar Amas.

Sejak ada aplikasi Simba tingkat kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Tapi kala itu baru masyarakat muzaki yang berstatus PNS di Kemenag. PNS di Pemda Kabupaten Ciamis belum tergarap.

"Setelah transaksi zakat via aplikasi berjalan normal, kami pun menggarap PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Ciamis. Alhamdulillah setelah sinergi terbangun, penghimpunan zakat mulai ada peningkatan. Masyarakat mustahik banyak yang terbantu," ujar Amas mengenang perjuangan awal.

Baca Juga: Desa Padaringan Purwadadi Ciamis Ditetapkan Menjadi Kampung Zakat, Berhasil Himpun Rp12 Juta per BulanBaca Juga: Desa Padaringan Purwadadi Ciamis Ditetapkan Menjadi Kampung Zakat, Berhasil Himpun Rp12 Juta per Bulan

Pada tahun 2016 selama setahun fokus membangun kesadaran berzakat di kalangan PNS. Kala itu regulasi dari Bupati Ciamis sangat membantu berkembangnya kesadaran berzakat di kalangan PNS Pemda Kabupaten Ciamis.

"Bupati Ciamis Iing Syam Arifin ikut berjihad melahirkan Perda Zakat. Nah ini yang kian menumbuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga Baznas. Regulasi pemerintah itu penting dan berpengaruh," tambah Amas.

Halaman:

Tags

Terkini