Hal ini disebabkan oleh kebijakan anti-komunis pemerintah yang melihat kebudayaan China sebagai ancaman ideologi Pancasila.
Akibatnya, masyarakat Tionghoa harus merayakan Imlek secara diam-diam tanpa adanya hari libur khusus.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru Imlek Perajin Lampion Kebanjiran Order, Omsetnya Bikin Kaget!
Namun, diskriminasi ini mulai dihapus setelah runtuhnya Orde Baru.
Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut, sehingga masyarakat Tionghoa kembali bebas mengekspresikan kebudayaannya, termasuk perayaan Imlek.
Meski demikian, jejak diskriminasi yang terjadi selama puluhan tahun masih meninggalkan bekas di masyarakat.***
Artikel Terkait
Ide Jualan Kue Arisan Ongol Ongol Ubi Ungu, Wangi Enak Manisnya Pas, Tampilannya Cantik Banget
Sultan Kanoman Cirebon Muhammad Emirudin Melantik Persatean Pesantren Ortodoks Ciamis
Rahasia Kelezatan Lodeh Kuning Pakis, Resep Masakan Ibu ala Chef Rudy Choirudin, Intip Cara Membuatnya
Bagaimana Nasib Makan Bergizi Gratis di Bulan Ramadhan? Begini Kata Badan Gizi Nasional
Sat Set Gak Pake Ribet, Begini Cara Membuat Tempe Kriuk ala Chef Rudy, Rasanya Pasti Enak Buat Cemilan
Sistem Zonasi akan Diganti dengan PPDB Domisili, Ini Perbedaannya