Setelah bedug selesai dibuat, ada persoalan baru yaitu cara memindahkannya ke Masjid Agung yang jaraknya 9 kilometer.
Baca Juga: Ini Dia 17 Kata-kata Ucapan Selamat Hari Ibu 2024, Cocok Untuk Story WhatsApp!
Akhirnya Bupati Cokronegoro mengangkat Kyai Haji Muhammad Irsyad sebagai kaum Soloti, Kecamatan Loano untuk memimpin pemindahan Bedug Pendowo.
Pemindahannya dilakukan oleh para pekerja yang mengangkatnya beramai-ramai diiringi bunyi gamelan lengkap dengan penari tayub yang menanti di setiap pos perhentian.
Bedug Pendowo awalnya ditutupi bahan dari kulit banteng. Akan tetapi, setelah 102 tahun kemudian, kulit bedug bagian belakang mengalami kerusakan sehingga diganti dengan kulit sapi.
Kulit sapi terdiri dari sapi Ongale (benggala) dan sapi pemacek yang berasal ari Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.
Baca Juga: Potret Kampung Hindu di Gunungkidul Yogyakarta yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Di tengah bedug dipasang gong besar agar ketika bedug dipukul suara jadi lebih keras dan menggema.
Bedug Pendowo diletakkan di dalam serambi masjid. Bedug ini dipukul saat shalat ashar, magrib, isya, subuh dan shalat jumat.
Selain itu, bedug diperdengarkan juga ketika Shalat Idul Fitri, Idul adha, acara keagamaan islam dan peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Bedug Pendowo selalu ditabuh untuk memberi tanda penghormatan.***
Artikel Terkait
Tankaman Natural Park, Destinasi Menarik di Kaliurang dengan View Gunung Merapi, Cocok Buat Healing saat Libur Akhir Tahun
Sederhana Tapi Nikmat, Resep Tumis Daun Kencur, Ide Masakan Harian Cuma Modal Satu Bahan Doang
Manage Keuangan Pribadi Tanpa Ribet: 3 Tips Hemat Ala Gen Z untuk Dompet Tebal dan Hidup Tenang
Curah Hujan Tinggi Mengakibatkan Banjir di Jember, Rumah Bupati pun Ikut Tergenang
Warnai Peringatan Hari Juang TNI AD ke-79, Polres Sukoharjo Turut Serta Aksi Bersih-bersih di Sungai Jalan Veteran Barat
Polres Boyolali Resmi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Penganiayaan Anak yang Diduga Melakukan Pencurian Celana Dalam