Minggu, 19 Juli 2026

Drama Anggaran Kominfo Kota Tasikmalaya, Ini Fakta Dana Siluman yang Mencurigakan!

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 15 Desember 2025 | 21:44 WIB
Ilustrasi - Drama anggaran belanja fiber optik Kominfo Kota Tasikmalaya (Freepik/awesomecontent)
Ilustrasi - Drama anggaran belanja fiber optik Kominfo Kota Tasikmalaya (Freepik/awesomecontent)

– Banjar menyebut “langganan paket internet untuk jaringan intra”, satu paket, bukan dua.

– Ciamis: “belanja bandwidth dan sewa infrastruktur jaringan”, jelas bahwa kabel adalah infrastruktur yang disewa, bukan barang yang dibeli setiap tahun.

– Garut, Sumedang, Majalengka: semuanya belanja bandwidth, tanpa drama semantik bawa-bahasa istilah belanja fiber optik.

Baca Juga: Hayu Gaskeun! The Mang Sari Garden Lagi Ada Promo Liburan Akhir Tahun, Destinasi Wisata Baru di Ciamis Favorit Keluarga

Kota Tasikmalaya sendiri yang menciptakan istilah eksotis itu: belanja fiber optik.

Dari analisis awal, setidaknya ada sembilan kejanggalan terkait pola pengadaan jaringan Kota Tasikmalaya. Dan ini yang pertama, paling mendasar, adalah: mengapa nomenklatur anggaran sengaja dibentuk dengan istilah yang tidak lazim, tidak dipakai daerah lain, dan mengaburkan perbedaan antara aset fisik dan layanan jaringan?

Rasanya, mustahil juga kalau satu gedung Kominfo Kota Tasikmalaya itu tidak ada yang tahu nomenklatur apa yang dipakai daerah tetangga. Tapi faktanya, semuanya anteng-anteng saja, dan bukan mustahil disengaja.

Di ranah anggaran publik, bahasa bukan sekadar pilihan kata.
Bahasa adalah niat.
Bahasa adalah modus.
Dan dalam kasus ini, bahasa justru membuka pintu pertama menuju dugaan praktik KKN yang jauh lebih sistematis.

Baca Juga: Momen Dramatis Penyelamatan Warga yang Terseret Arus Banjir di Batang Busuk Padang

Ini baru satu contoh, masih ada delapan temuan lainnya yang menanti dikaji. Lebih besar, lebih sensitif, dan semakin tidak masuk akal.

Tapi sebelum melangkah ke sana, satu hal harus dicatat: kejanggalan pertama ini saja sudah cukup untuk semua perangkat pengawasan dan penegak hukum turun. Kita tunggu, apakah mereka mau bergerak, atau pura-pura tidak tahu.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X