Oleh Bang Sufi
PORTALOKA.ID - Kominfo Kota Tasikmalaya rupanya cerdik. Untuk merahasiakan sesuatu menggunakan mantra-mantra digital.
Selama empat tahun berturut-turut, Kominfo Kota Tasikmalaya menganggarkan dua pos besar untuk jaringan: Satu bernama belanja fiber optik untuk 300 site intranet, satu lagi bernama belanja internet dedicated. Totalnya miliaran rupiah setiap tahun.
Orang awam tak akan paham istilah dogmatis tersebut. Mungkin karena Kota Santri, Kominfo Kota Tasikmalaya mengadopsi istilah fiqih digital sehingga terlihat teknis, keren, dan modern.
Seperti perdebatan fiqih abad pertengahan, fiqih digital ini memunculkan masalah, pertama muncul: Penggunaan istilah yang tidak lazim, tidak populer, dan berpotensi pada konsekuensi hukum yang besar.
Di beberapa daerah di sekitar Priangan Timur hingga Bandung, nomenklatur pengadaan jaringan sangat sederhana: “belanja bandwidth”, “belanja internet”, “langganan layanan intranet”, atau “sewa infrastruktur jaringan”. Tanpa embel-embel “belanja fiber optik”.
Alasannya mudah dipahami: Fiber optik adalah media fisik, bukan jasa. Ia adalah kabel, yang punya aset berumur panjang, dan tentu sangat tidak logis dibeli ulang setiap tahun.
Tetapi Kota Tasikmalaya menulisnya berbeda. Bukan sekadar “belanja jaringan”. Bukan “langganan intranet”. Mereka menulis belanja fiber optik. Dan dilakukan empat tahun berturut-turut.
Kepala siapapun akan runyam dibuatnya jika membayangkan ada pemasangan jaringan fiber optik setiap tahun dengan nilai milyaran.
Baca Juga: 1.855 Honorer Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik PPPK Paruh Waktu, Gajinya Masih di Bawah Upah Minimum!
Mungkinkah tiap tahun Kominfo Kota Tasikmalaya melakukan pergantian vendor fiber optik agar tiap tahun ada anggaran belanja? Ini seperti pembagian waris yang tak tuntas sehingga dikredit setiap tahun.
Mungkin ini kecerdasan intelektual di bidang semantik sehingga menggunakan diksi level dewa. Atau jangan-jangan ini tipu muslihat yang dikemas dengan cantik?
Coba kita analisa dengan logika jika benar “belanja fiber optik” berarti belanja fisik, maka Kota Tasikmalaya seharusnya kini memiliki jaringan fiber optik yang sangat rapat, atau bahkan semrawut. Ada ribuan meter kabel, ratusan titik terminasi, OTB, rak, OLT, splitter, serta seluruh perangkat pendukung.
Artikel Terkait
4 Fakta Wanita Tewas Tertemper Kereta Bandara di Godean Sleman, Ada Dua Barang Bukti Diamankan
Pemotor Meninggal Dunia Ketimpa Dahan Gegara Disenggol Truk ODOL di Wates Kulon Progo Yogyakarta
Selamat! 2.869 PPPK Paruh Waktu Babel Terima SK Pengangkatan dari Gubernur, Segini Kisaran Gajinya
SAH Terima SK, PPPK Paruh Waktu Kabupaten Semarang Langsung Galang Dana untuk Korban Bencana, Berapa Gajinya?
1.992 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Sudah Resmi Dilantik, Segini Perkiraan Gajinya
170 PPPK Paruh Waktu Kota Ambon Resmi Dilantik, Wali Kota Singgung Soal Peluang jadi Pegawai Penuh Waktu