Baca Juga: 3 Kuliner Khas Jawa Barat yang Bisa Dibuat Pakai Daging Kurban, Rekomendasi untuk Sajian Idul Adha
Kaum muslimin dan muslimat jama'ah Idul Adha rahimakumullah
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah yang menggenggam waktu dan menuntun langkah hamba-hamba-Nya.
Pagi ini langit seakan ikut bertakbir bersama kita. Dedaunan yang senyap, suara langkah jamaah menuju masjid dan lapangan, hingga wajah-wajah yang datang membawa harapan, semuanya menjadi saksi bahwa hari ini bukan sekadar hari raya. Hari ini adalah hari ketika manusia belajar kembali tentang cinta, pengorbanan, keikhlasan, dan kemanusiaan. Hari ini kita berkumpul dalam naungan Idul Adha 1447 Hijriah, hari ketika hati dipanggil untuk lebih dekat kepada Allah dan lebih peduli kepada sesama.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi Wasallam, suri teladan sepanjang zaman. Semoga berlimpah berkah, sehingga Allah akan memberikan ampunan (maghfirah) kepada kita dengan rasa iman serta mengharap ridha Allah SWT.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh, Idul Adha mengajarkan kepada kita bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar yang mampu kita ikhlaskan.
Di tengah dunia yang penuh persaingan, manusia sering lupa bahwa kebahagiaan sejati bukanlah menumpuk harta, melainkan berbagi manfaat. Banyak rumah hari ini tampak megah, tetapi sepi kasih sayang. Banyak manusia terlihat berhasil, tetapi jiwanya gelisah. Maka Idul Adha datang untuk menyembuhkan hati manusia yang lelah oleh dunia.
Naskah khutbah Idul Adha selengkapnya dapat diunduh melalui link berikut: Download di sini!
Demikian naskah khutbah Idul Adha 1447 H/2026 M dari Kementerian Agama. Semoga bermanfaat.***