Baca Juga: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR 2026? Intip Regulasi Terbaru Tentang Tunjangan Hari Raya ASN
Perumpamaan ini bukan sekadar simbol kedekatan, tetapi juga gambaran kemuliaan derajat. Menyantuni anak yatim bukan hanya amal sosial, melainkan investasi keabadian.
Para ulama tasawuf memandang bahwa menyantuni anak yatim adalah sarana melembutkan hati. Imam Al‑Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa salah satu cara menghilangkan kekerasan hati adalah dengan berbuat baik kepada anak yatim, menyentuh kepala mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka. Sebab di dalam tindakan itu, ego manusia dilatih untuk tunduk, dan kasih sayang dilatih untuk tumbuh. Ramadhan, dengan suasana spiritualnya, mempercepat proses penyucian hati tersebut.
Sementara itu, Imam Nawawi menjelaskan bahwa menyantuni anak yatim termasuk amal yang pahalanya berlipat ganda karena menggabungkan sedekah dan silaturahmi kemanusiaan. Apalagi jika dilakukan pada waktu yang mulia seperti Ramadhan.
Dalam bulan ini, setiap amal dilipatgandakan, sehingga memberi kepada anak yatim bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani mereka, tetapi juga memperkaya jiwa pemberinya dengan pahala yang berlimpah.
Baca Juga: Sambut Bulan Suci, LPYP Maleber Ciamis Gelar Tahniah Ramadhan Bersama Puluhan Anak Yatim
Lebih jauh, menyantuni anak yatim sesungguhnya adalah bentuk syukur atas nikmat kehidupan. Ketika seseorang masih memiliki keluarga, kesehatan, dan kecukupan, maka berbagi dengan mereka yang kehilangan adalah bentuk pengakuan bahwa semua nikmat berasal dari Allah.
Ramadhan mengajarkan bahwa lapar bukan hanya untuk ditahan, tetapi untuk dirasakan, agar lahir empati kepada mereka yang lapar sepanjang waktu. Dari empati itulah lahir kasih sayang yang tulus.
Akhirnya, menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan bukan sekadar amal musiman, tetapi latihan menjadi manusia yang utuh. Mereka yang memuliakan anak yatim sedang membangun jembatan menuju rahmat Allah. Sebab di setiap senyum anak yatim yang kembali merekah, di situlah ada cahaya keberkahan. Dan boleh jadi, justru melalui tangan-tangan yang memberi itulah, Allah sedang memuliakan hamba-Nya, mengangkat derajatnya, dan mendekatkannya kepada surga.***
Artikel Terkait
Menyoroti Menu MBG di Hari Pertama Sekolah saat Ramadhan, Jatah Harga per Porsi dan Gizi Dipertanyakan
Skema Baru Pencairan BOS Madrasah dan BOP RA 2026, Kemenag Pastikan Cair Sebelum Lebaran
Anggaran Bahan Makanan MBG Ternyata Bukan Rp15 Ribu per Porsi, BGN Bilang Segini
Bupati Ciamis Terima Audiensi Aliansi BEM Ciamis, Refleksi Satu Tahun Pemerintahan
Kronologi Kasus Aniaya Pelajar yang Jerat Anggota Brimob di Maluku: dari Ayunan Helm Taktikal hingga Korban Meninggal Dunia
Inisiatif Strategis ANTAM Memperkuat Kesejahteran Sosial dan Ekonomi di Pongkor
Soroti Kontroversi Awardee LPDP yang Dinilai Rendahkan Negara, Helmy Yahya: Itu Uang Rakyat