Banyak netizen yang menilai sanksi ini terlalu ringan, mengingat dampak serius dari kejadian tersebut.
“univnya sakit masi mau keep dia dengan ngasih hukuman skors doang? pas koas aja gini gmn nanti pas udah jadi dokter??” ujar @n00miyy dalam unggahannya di X.
Baca Juga: Skill Wajib Kuasai di 2025: Siapkah Anda Menghadapi Masa Depan?
Bahkan ada netizen yang mengajak netizen lain untuk mengulik kekayaan orangtuanya.
“Uang yg bicara. Mending ulik harta bokapnya aja” sambungnya @zaynduakosong dalam X.
Bahkan, beberapa media lokal yang sempat meliput kasus ini akhirnya menarik kembali artikel mereka, memunculkan dugaan adanya pengaruh pihak ibu Lady yang disebut-sebut sebagai pejabat.
Peran Media Sosial dalam Mengungkap Kasus Ini
Media sosial menjadi saluran utama dalam mengungkap detail kasus ini.
Netizen tidak hanya menyebarkan video kejadian, tetapi juga mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.
Insiden ini menyoroti perlunya perlindungan lebih bagi tenaga medis muda, khususnya dokter koas yang rentan terhadap tekanan.
Publik berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi dunia pendidikan medis untuk mencegah insiden serupa di masa depan.***