Selain itu dengan adanya sosialisasi pupuk TCP-36, TCP-K, dan Wonder Natural Enzym juga menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Klaten.
Lebih lanjut, Joko Maryanto mengatakan dalam demplot tersebut, ia mengingatkan kembali pada petani dalam penggunaan pupuk legendaris pupuk TCP-36, TCP-K, dan Wonder Natural Enzym yang sudah ada sejak tahun 1960-an.
Dengan menambahkan pupuk tersebut pada luasan lahan, hasil yang didapat petani dapat meningkat.
Koordinator PPL Kecamatan Polanharjo, Tyas Sumbaga, turut mengapresiasi dengan adanya pendampingan terhadap para petani dalam rangka meningkatkan hasil panen padi dengan penyuluhan pertanian melalui demplot.
Baca Juga: Hukuman Harvey Moeis Diperberat Jadi 20 Tahun, Publik Masih Merasa Kurang Adil?
Menurutnya pendampingan itu dapat menambah wawasan bagi para petani dalam mengolah pertanian.
Pasalnya saat ini ia menilai banyak petani yang hanya ingin instan tanpa harus mengetahui teknik-tekniknya.
Tyas juga menambahkan jika program ini nantinya berhasil, ia berharap kerjasama tersebut dapat terus berlanjut.
Selaku wakil pemerintah daerah, Tyas mengakui pihaknya akan selalu mendukung dan mendampingi para petani sehingga program ketahanan pangan pemerintah dapat sukses.
Baca Juga: Terima Audiensi Jaringan Pemred Promedia, Firnando Ganinduto Ajak Media Kawal Implementasi UU BUMN
“Melalui pendampingan kepada sejumlah petani tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi petani untuk meningkatkan hasil panen, sehingga dapat ikut menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional,” pungkas Tyas.***