Baca Juga: Aksi Teror Pembakaran Jemuran Bikin Resah dan Takut Warga, 3 Rumah di Ceper Klaten Jadi Korban
Warga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi hama tikus dengan gropyokan bareng.
"Petani merasa resah, gagal panen dan merugi."
"Kerugian satu petak untuk tanaman, membajak, menanam itu Rp 2,5 juta," ucap Muryadi.
Sementara itu, data dari Desa Jambeyan, lahan yang terserang hama tikus mendapai 80 hingga 90 hektar.
Baca Juga: Jalan Terlalu ke Kiri, Truk Pasir Terguling ke Sawah di Jogonalan Klaten, Begini Kondisi Sopir
Rata-rata lahan yang terserang hama tikus mengalami kerusakan hingga gagal panen.
"Lahan pertanian di Desa Jambeyan semua lahan di sana pertanian kena hama tikus, tanaman pada mati," ucap Kanit Sabhara Polsek Karanganom, Iptu Yunianta Andhi Prasetya kepada Portaloka.id, Senin pagi, 10 Februari 2025.
Gropyokan merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
Caranya dengan memburu langsung ke sarangnya.
Sehingga kegiatan gropyokan lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia.
Dalam gropyokan tikus bareng Senin pagi, 10 Februari 2025, petani dan anggota TNI Polri mendapatkan sekitar 400 ekor tikus.
"Teknis pembasmian ada 2 cara, pakai jaring menggali tanah yang ada lubangnya dan memakai kompor memanaskan lubang."
"Pagi tadi (Senin pagi, 10 Februari 2025) bisa mendapatkan hama tikus 400an ekor," imbuh Iptu Yunianta Andhi Prasetya.