YOGYAKARTA, PORTALOKA.ID – Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi eks pedagang Teras Malioboro 2 dan mahasiswa di depan Kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, 7 Februari 2025 sekira pukul 18.30 WIB.
Kekacauan ini bermula ketika puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan mahasiswa melakukan aksi protes di depan kantor DPRD DIY dengan memadati Jalan Malioboro hingga malam hari.
“Aksi PKL dan Mahasiswa masih berlangsung hingga sore ini. Pimpinan dan anggota @dprd_diy masih tidak mau berdialog untuk jaminan hidup pasca relokasi dan kepastian nasib 15 pedagang yang belum dapat lapak,” ungkap keterangan akun X @titiknol_jogja.
Dalam video viral yang diunggah akun tersebut juga menunjukkan aksi kerusuhan yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal yang diduga juru parkir liar yang tiba-tiba mendatangi kerumunan peserta unjuk rasa yang mayoritas ibu-ibu PKL.
Baca Juga: Truk Terguling di Ringroad Gamping Sleman Yogyakarta Gegara Hindari Penyebrang Jalan
“MALIOBORO RUSUH!!! Beberapa preman yang disinyalir pelaku parkir liar di Jalan Perwakilan menyerang aksi PKL dan mahasiswa di depan @dprd_diy. Preman2 ini juga yang disinyalir buka parkir liar di eks lokasi Teras Malioboro 2 minggu lalu,” jelas keterangan akun X @titiknol_jogja.
Dalam rekaman video yang beredar, kelompok juru parkir tersebut tampak marah-marah dengan aksi unjuk rasa yang berlangsung sangat lama dan memblokir akses ke Jalan Malioboro.
"Bubar, bubar, kene ya golek mangan (bubar, kita juga mau cari makan)," ungkap salah satu orang dari kelompok tersebut.
"Massa ra sepiro wae nutup dalan (orang tidak seberapa saja menutup jalan)," tambah lainnya.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan ketegangan terjadi saat sejumlah oknum yang tak terima dengan aksi demonstrasi yang dianggap menutup jalan.
Pihak kepolisian dan Satpol PP langsung mengamankan area dan memisahkan kedua kelompok tersebut. Kemudian, massa aksi akhirnya dievakuasi menuju ke Kantor DPRD DIY agar kericuhan tidak semakin meluas.
"Mereka protes, malah mengganggu mencari rejeki. Tadi terjadi sedikit adu mulut, ada keributan sedikit tapi bisa kita pisahkan, kemudian dari teman-teman yang orasi kita masukkan ke Kantor DPRD DIY," kata Adit.***