Baca Juga: Siapkan Waktumu! Ini 17 Film Sepanjang Januari 2025 Karya Sineas Indonesia
Karena itu, Arla pun belajar dari pemeran lain yang memiliki pengalaman naik gunung untuk melatih mental dan fisik saat pendakian.
Selama proses syuting, pendakian para pemain juga dibantu oleh 150 porter dan guide.
"Kami juga dibantu 150 porter dalam proses syuting, ada guidenya juga."
"Tantangan juga mengatur mental, fisik kita saat pendakian."
Baca Juga: Cara Membuat Jamur Tiram Krispi yang Super Renyah untuk Cemilan Nonton Film Bareng Suami
"Itu pengalaman yang dialami saat pendakian,” ungkap Arla.
Arla berharap, film Petaka Gunung Gede bisa menjadi dampak positif bagi penonton tentang persahabatan.
“Karena ini dari kisah nyata, tema sangat personal, kita berharap ada banyak penonton makin banyak doa baik untuk almarhumah," tandasnya.
"Berharap orang-orang dapat pesan moral yang ada dibalik film ini, tentang persahabatan atau unsur nggak sembarangan di tempat baru seperti gunung,” lanjutnya.
Film Petaka Gunung Gede menggabungkan adegan horor dan drama persahabatan dengan cerita yang cukup kompleks dan visual apik.
Peran yang mereka mainkan terasa alami, terutama dalam berbagai adegan emosional, baik sebelum atau setelah tragedi.
Transisi dari sosok Maya yang skeptis menjadi seseorang yang berjuang demi memecahkan kebenaran, berhasil dibawakan dengan baik oleh Arla.
Begitupun dengan Ita yang berulang kali kesurupan juga diperankan oleh Ashel dengan totalitas.