Karena gerbangnya dikunci, mereka akhirnya melompat pagar untuk mematikan sirine tersebut.
"Itu gerbang kalurahan terkunci. Terus mau matikan kami harus lompat pagar kalurahan," katanya.
Tono mengaku, kesulitan untuk mematikan sirine.
Pasalnya, dia dan warga lain tidak pernah mengoperasikan ambulans.
Baca Juga: TOK! ASN di Jawa Tengah Dilarang Beli Gas LPG 3 Kg, Ini Alasannya
Saking kerasnya sirine, warga sekitar pun ikut keluar rumah di tengah malam.
Setelah beberapa saat, sirine berhasil dimatikan warga sekitar.
"Susah matiinnya karena kan tidak terbiasa pegang ambulans. Ya pokoknya horor lah semalam. Itu sampai warga di depan kalurahan juga ikut keluar. Itu yang matikan sirene ya anak-anak sini," katanya.
Masih kata Tono, ambulans tersebut sempat digunakan untuk pengangkut jenazah.
Dia mengatakan kendaraan tersebut sudah di cuci.
Mengenai ada tidaknya kaitan, Tono mengaku tidak tahu.
Tono melanjutkan, kasus ini baru sekali terjadi di kawasan tersebut.
"Sempat buat antar jenazah beberapa hari yang lalu. Sudah dicuci juga. Tapi nggak tahu ada kaitannya atau nggak, cuma ya baru kali ini bunyi," pungkasnya.***