Sekolah Akui Kelalaian dan Cari Solusi
Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk bereaksi.
Kritikan tajam pun mengarah ke pihak sekolah, dengan banyak netizen menyindir bahwa guru lebih sibuk bermain media sosial daripada mengurus administrasi penting.
Nama Wakil Kepala Sekolah, Febrini, bahkan ikut terseret dalam pusaran kontroversi ini.
Febrini akhirnya angkat bicara, mengakui kesalahan pihak sekolah dan berjanji akan mencari solusi.
Salah satu langkah yang mereka tempuh adalah melakukan koordinasi dengan pusat administrasi SNBP untuk meminta perpanjangan waktu pengisian PDSS.
"Kami akan melakukan kunjungan langsung ke admin pusat besok untuk mencari solusi terbaik bagi siswa," ujar Febrini, mencoba meredam gejolak emosi yang sudah terlanjur membara.
Tak hanya itu, sebagai bentuk tanggung jawab, sekolah juga berjanji memberikan bimbingan belajar gratis selama tiga bulan di Ganesha Operation (GO) bagi siswa yang memenuhi syarat.
Langkah ini diharapkan bisa mempersiapkan mereka untuk menghadapi jalur tes masuk perguruan tinggi.
Namun, kebijakan ini belum cukup bagi para orang tua siswa yang masih menuntut adanya sanksi tegas bagi pihak yang bertanggung jawab. Mereka menilai bahwa masa depan anak-anak mereka telah dipertaruhkan akibat keteledoran yang seharusnya bisa dihindari.
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.
Administrasi yang lalai tak hanya soal kesalahan teknis, tetapi juga menyangkut nasib ratusan siswa yang telah berjuang keras demi masa depan mereka.