KALIMANTAN BARAT, PORTALOKA.ID - Momen yang seharusnya menjadi pintu gerbang menuju perguruan tinggi ternama berubah menjadi mimpi buruk bagi 115 siswa SMAN 1 Mempawah, Kalimantan Barat.
Mereka dinyatakan gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 akibat kelalaian fatal pihak sekolah dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Kabar ini pun langsung memicu kemarahan besar.
Ratusan siswa turun ke lapangan, meluapkan kekecewaan mereka dalam aksi protes.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, banyak siswa menangis histeris, menyadari bahwa kesempatan emas mereka untuk masuk perguruan tinggi tanpa tes telah sirna.
Aksi Demo Siswa di Sekolah
Sebanyak 115 siswa kelas XII SMAN 1 Mempawah melakukan aksi demonstrasi di sekolah pada Senin, 3 Februari 2025.
Mereka kecewa karena tidak bisa mendaftar melalui SNBP untuk masuk PTN tahun ajaran 2024/2025.
Para siswa menuntut tanggung jawab pihak sekolah yang dianggap lalai dalam memfasilitasi pendaftaran.
Akibat kelalaian ini, mereka terpaksa mengikuti jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dinilai lebih sulit dan kompetitif dibandingkan SNBP.
Protes ini pun semakin memanas hingga akhirnya pihak sekolah mengadakan audiensi dengan orang tua siswa.
Proses audiensi tersebut juga mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Artikel Terkait
Pria ASN dari Kalimantan Timur Meninggal Dunia di Klaten, Ambruk saat Naik Skuter di Candi Prambanan
Kecelakaan Maut Truk Nyemplung Jurang Sedalam 15 Meter di Kubu Raya Kalimantan Barat, 2 Nyawa Melayang, 1 Luka Serius
Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pria 45 Tahun Ditemukan Tewas Tergeletak di Tepi Jalan Trans Kalimantan Kubu Raya