"Diduga pengendara motor tidak menyadari ada truk parkir di pinggir jalan, sehingga langsung menghantam bak truk bagian belakang," ujar Nur Arifin.
Nur Arifin mengatakan, kakak beradik itu berkendara dengan posisi adik laki-laki di depan dan kakak perempuan membonceng di belakang.
Akibat kerasnya benturan, kedua korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka cukup parah.
Kedua korban yang berasal dari Jetak, Sragen, itu meninggal di TKP diduga akibat kepala membentur truk yang berhenti.
Korban H meninggal dengan luka di pipi kiri, lecet dagu, lengan atas tangan kanan dan kiri, pergelangan tangan kiri, jejas pada dada, serta pendarahan di hidung.
Sedangkan korban D yang tak lain adalah kakak H mengalami luka hematom kepala belakang, rahang bawah, patah pada leher, pendarahan telinga dan hidung, pergelangan kaki kiri patah, lutut kiri robek, serta lecet pada dagu.
Kakak beradik itu sempat dibawa ke RSUD Sragen untuk menjalani pemeriksaan.
Satlantas Polres Sragen telah menerjunkan Tim Traffic Analysis Accident untuk melakukan olah TKP.
Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah dievakuasi ke Mapolres Sragen.
Sopir dan kernet truk juga ikut diamankan pihak kepolisian.
Kanit Gakkum Polres Sragen mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan jangan mendahului dari arah kiri.
Kemudian untuk pengemudi kendaraan bermotor supaya tidak parkir atau berhenti sembarangan di badan jalan. ***