BANDUNG, PORTALOKA.ID - Seorang pria yang diduga melakukan upaya bunuh diri dari lantai 11 berada di salah satu mal terbesar di Bandung, yakni Paris Van Java (PVJ).
Dikutip dari berbagai sumber, mal yang berlokasi di Jalan Sukajadi Nomor 131-139, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat itu masuk dalam kategori mal terbesar.
PVJ juga menjadi salah satu mal paling ramai di Bandung.
Hal ini dimungkinkan karena desain arsitekturnya yang dibuat ala Paris, seperti namanya Paris Van Java.
Baca Juga: Ternyata Mahasiswa UPI, Berikut Identitas Pria yang Lompat dari Lantai 11 PVJ Sukajadi Bandung
Selain itu, PVJ Bandung memiliki desain eksterior yang instagramable.
Tak hanya itu, PVJ juga menyediakan toko fashion, supermarket, toko buku, bioskop, hingga wahana unggulan seperti ice skating.
Seperti yang diketahui, korban yakni A (20), seorang pria asal Kabupaten Karawang lompat dari lantai 11 PVJ pada Kamis petang, 23 Januari 2025.
Dalam insiden itu, mulanya A menaiki lift ke lantai 13 parkiran mal PVJ.
Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas Usai Lompat dari Lantai 11 Mal Paris Van Java Sukajadi Bandung
Kemudian, korban turun ke lantai 11 menggunakan tangga darurat.
Menurut keterangan, Kapolsek Sukajadi Kompol Edy Kusmawan, korban seorang diri saat menaiki lift ke lantai 13 dan turun ke lantai 11.
Sebelumnya, pihaknya bersama Tim Inafis Polrestabes tela melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang ada di lokasi.
Baca Juga: Kios di Katapang Bandung Dibongkar, Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Keras
"Iya (benar), Tim Inafis dan Polsek sudah di lokasi olah TKP," tuturnya, Kamis, 23 Januari 2025.
Meski menjadi salah satu mal terbesar dan paling banyak dikunjungi di Bandung, bukan berarti insiden bunuh diri akan terelakkan begitu saja.
Siapapun yang melihat orang yang menghendaki tindakan tersebut, sangat diharapkan untuk mencegahnya dan menghubungi pihak terkait.
Jika kamu mengalami depresi yang bertendensi pada tindakan bunuh diri, disarankan untuk berkonsultasi kepada psikolog, psikiater atau klinik kesehatan jiwa.***