Baca Juga: Agar Tak Salah Informasi, Cek 8 Website Resmi Instansi pada Sekolah Kedinasan 2025 Berikut!
Kata Anton, pelaku akhirnya kembali ke tempat hiburan malam untuk menemuai korban.
"Jadi mereka, si korban ikut mengantar itu tidak lama, tapi kembali lagi ke THM," jelas Anton.
Di sana pelaku bertemu K dan teman korban berinisial S.
Selanjutnya pada pukul 04.30 WIT, mereka keluar dari lokasi tersebut dengan kendaraan berbeda.
Baca Juga: Resmi dari PANRB, 8 Instansi Berikut Diprediksi Buka Sekolah Kedinasan 2025, Kapan Jadwalnya?
"Sekitar pukul 04.30 WIT mereka keluar dengan kendaraan berbeda," jelas Anton.
Menurut Anton, mereka sempat berkumpul di Tembok Berlin untuk melanjutkan minum minuman keras.
Lalu, S mengajak korban pulang, namun K menolaknya dengan dalih akan diantarkan oleh pelaku.
"Saat di Tembok Berlin mereka melanjutkan minum karena masih ada sisa minuman mereka bawa. Selesaikan di Tembok Berlin pada saat akan kembali, saudari S itu mengajak korban untuk pulang 'ayo kita pulang', sudah pagi namun korban berdalih bahwa (meminta rekannya) pulang saja duluan, nanti saya diantar sama abang A ini keterangan dari saksi S ya nanti saya diantar sama abang A," kata Anton.
Anton melanjutkan, pelaku dan korban pun mengendarai Innova hendak check in ke hotel.
Namun, keduanya gagal menginap dan melanjutkan perjalannya menuju Pantai Saoka.
"Kemudian korban dan pelaku itu menuju hotel, ya. Nah, depan hotel itu berencana akan check-in, namun batal di situ. Alasan batalnya kenapa juga tidak kita tahu, belum disampaikan," katanya.
Anton bilang, dalam perjalanan korban sempat melakukan oral seks pada pelaku yang sedang mengemudi.