Keluarga korban mulai cemas karena hingga malam hari YS dan EN tidak kunjung pulang ke rumah.
Dua anak korban YS yakni CJ (17) MY (15) akhirnya memutuskan mencari keberadaan korban pada malam harinya sekitar pukul 19.30 Wita.
Saat sampai di area persawahan, mereka menemukan kedua korban sudah terkapar.
Korban YS dan EN terkapar di area persawahan yang tergenang air setinggi 20 centimeter.
Tubuh korban ditemukan dalam kondisi luka bakar pada bagian dada dan kepala.
Mengetahui hal itu, anak korban lalu kembali ke rumah dan meminta bantuan warga.
Keluarga dan warga setempat lantas mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka sekitar pukul 20.30 Wita.
Atas kejadian ini, Kapolres Kupang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mengantisipasi bencana yang bisa terjadi di musim penghujan.***