berita

Kondisi Petani dan Nelayan Jadi Tantangan Besar Ketahanan Pangan di Indonesia, Akademisi Buka Suara

Selasa, 17 Desember 2024 | 10:59 WIB
Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai tantangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. (Pexels/Hartono Subagio)

PORTALOKA.ID - Presiden Prabowo Subianto terus menekankan bahwa ketahanan dan swasembada pangan merupakan prioritas utama untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Dalam sektor pertanian, Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai tantangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Menurut para pengamat dan dosen pertanian, kemiskinan yang meluas di kalangan petani merupakan salah satu isu yang paling mendesak.

Terkait isu ketahanan pangan ini, para akademisi menggelar Diskusi Tematik Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertajuk “Membangun Ketahanan Pangan Nasional Masalah Tantangan dan Kebijakannya” pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun Di Sektor Pertanian

Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Masyhuri mengungkapkan, sejumlah persoalan mendalam harus diatasi untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, kemiskinan masih menjadi persoalan dan tantangan terbesar yang dihadapi oleh sektor pertanian dan tantangan besar bagi para akademisi.

“Banyak petani dan nelayan yang hidup dalam garis kemiskinan meskipun mereka bekerja keras di lahan dan laut."

"Ini adalah tantangan besar bagi kami sebagai akademisi dan pengamat pertanian," ujarnya, dikutip dari Pers Rilis BHP UMY yang diterima Portaloka.id, Selasa, 17 Desember 2024.

Baca Juga: Temui MBZ, Prabowo Undang UEA Jalin Kerjasama Ketahanan Pangan dan Energi

Menurut Masyhuri, ketahanan pangan merupakan upaya negara dalam memenuhi kebutuhan pangan yang cukup dan berkualitas demi kesejahteraan nasional.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang jumlah pangan yang tersedia, tetapi juga kualitasnya."

"Negara yang kuat dalam ketahanan pangan adalah negara yang bisa menjamin pemenuhan pangan bagi setiap warganya," tambahnya.

Sementara itu Rektor UMY, Gunawan Budiyanto menyampaikan, ketahanan pangan adalah ketersediaan sumber makanan tanpa melihat asal dan cara mendapatkannya bagi negara.

Halaman:

Tags

Terkini