Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah: Kita Tetap Lindungi Rakyat Kecil
Berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah Vietnam, pengurangan PPN ini berlaku untuk barang dan jasa di sektor properti, sekuritas, perbankan dan telekomunikasi.
Selain itu, ada juga real estate, sektor informasi dan teknologi, batu bara, bahan kimia, serta produk dan jasa yang dikenakan pajak konsumsi khusus.
Pemerintah Vietnam memperkirakan turunnya PPN sebesar 2 persen akan membuat penerimaan negara berkurang pada paruh pertama tahun 2025.
Meskipun demikian, pemerintah Vietnam optimis dengan adanya pengurangan PPN ini akan membantu mendorong produksi dan bisnis, sehingga menciptakan pendapatan bagi anggaran negara.
Baca Juga: BRI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan dengan Modus Tagihan Pajak Berekstensi APK
Dampak dari kebijakan pengurangan PPN sebelumnya yaitu berhasil menumbuhkan ekonomi Vietnam sebesar 8,02 persen pada tahun 2022.
Hal ini merupakan laju tercepat sejak 1997, didorong oleh ekspor dan penjualan eceran yang kuat.
Pertumbuhan ini melampui target pemerintah sebesar 6,0 hingga 6,5 persen.
Dampak lain dari kebijakan ini ialah peningkatan penjualan eceran barang dan jasa sebesar 9,6 persen.
Hal ini menunjukkan pengurangan PPN mempunyai peran dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Vietnam.***