berita

Dianggap Hina Pedagang Es Teh, Muncul Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden, Lebih dari 2 Ribu Orang Sudah Tanda Tangan

Rabu, 4 Desember 2024 | 17:08 WIB
Petisi copot Gis Miftah sebagai utusan khusus presiden tembus 2.500 tanda tangan (Tangkapan layar Change.org)

PORTALOKA.ID - Publik dihebohkan dengan video penceramah Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab dipanggil Gus Miftah.

Video tersebut diambil saat Gus Miftah mengisi ceramah di Magelang, Jawa Tengah pada 25 November 2024.

Yang membuat publik geram, saat utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama itu dianggap mengolok-olok pedagang es teh dengan kata-kata kasar.

Imbasnya, beragam hujatan pun ditujukan kepada Gus Miftah.

Baca Juga: Figur Inspiratif Lokal Gerakkan UMKM Ponorogo Berkat Pemberdayaan BRI

Petisi Copot Gus Miftah

Tidak cukup sampai di situ, kini muncul petisi di situs Chang.org yang meminta Presiden Prabowo mencopot Gus Miftah dari jabatannya sebagai utusan presiden.

Dika Prakasa yang memprakarsai petisi tersebut mengatakan, petisi itu dibuat melihat track record Gus Miftah yang kerap menimbulkan kontroversi.

"3 Desember 2024, hari dimana netizen tanah air merasakan perih, sakit hati yang mendalam atas apa yang terjadi pada bapak penjual es teh, bapak yang berjuang untuk keluarganya diperlakukan secara tidak hormat dan manusiawi oleh seorang pemuka agama, Gus Miftah," demikian isi pembuka petisi tersebut, dikutip Portaloka.id, Rabu, 4 Desember 2024.

Baca Juga: Gus Miftah Ditegur Istana Imbas Perkataannya yang Dinilai Menghina Penjual Es Teh

"Sebelum peristiwa ini, Gus Miftah juga sudah menjadi perbincangan publik atas tindakan kontroversialnya memperlakukan sang istri," tambah Dika Prakasa, sang pembuat petisi.

Menurutnya, petisi tersebut ditujukan agar Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali jabatan Gus Miftah.

"Dalam pidato bapak, sangat jelas bahwa bapak sangat menghormati, menghargai mereka-mereka yang bekerja sebagai pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Mereka yang bekerja dan menghasilkan uang secara halal," kata Dika.

"Tapi sekarang, salah satu utusan bapak memberikan contoh sebaliknya. Jika ini terus dibiarkan, secara tidak langsung pemerintahan yang bapak pimpin ikut tercoreng," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini