Namun saran tersebut ditolak Iwan, hingga akhirnya terjadi perdebatan.
Saat itu, P diduga naik pitam dan mengucapkan kata-kata kasar yang melukai pelaku.
"Pengakuan tersangka seperti itu, dia mengaku diludahi oleh korban, kemudian ada kata-kata yang dianggap membuat sakit hati," kata Herman.
Merasa sakit hati, pelaku langsung mencekik korban hingga tak sadarkan diri.
Herman melanjutkan, korban lalu diangkut ke mobilnya dan melaju ke arah Tasikmalaya.
"Korban yang sudah tak sadarkan diri diangkut ke mobil, mobil milik korban. Kemudian dia bergerak ke arah Tasikmalaya," kata Herman.
Herman mengatakan saat itu pelaku mengaku pada anaknya akan membawa korban ke rumah sakit.
"Ya anaknya ikut, waktu itu tersangka bilang ke anaknya bahwa dia bertengkar dan akan membawa korban ke rumah sakit," sambungnya.
Namun sesampainya di wilayah Kebumen korban ternyata sadar dan langsung berteriak.
Baca Juga: 4 Fakta Kecelakaan Dua Truk di Sleman Yogyakarta, Hindari Pemotor dan Sopir Terluka
Pelaku yang panik kembali mencekik korban hingga meninggal dunia.
"Di daerah Kebumen korban siuman dan berteriak, saat itu tersangka kembali mencekiknya, diduga saat itu korban meninggal dunia," kata Herman.
Menurut Herman, saat itu pelaku panik dan membuang mayat P di daerah Gunung Putri Kawalu.