"Lokasinya di Desa Gondangsari, di sana digerebek."
"Informasinya masuk rumah 23.30 WIB, apa etis untuk bertamu."
"Keluarnya jam 03.00 pagi, padahal suaminya yang punya rumah tidak di rumah," ucap Sri Mulardi.
Warga lainnya, Pardiyono menyebut Kades Taji sudah melanggar norma sosial dan norma agama.
Pardiyono merasa malu karena kepala desanya sudah merusak nama baik Desa Taji.
“Saya selaku warga malu. Harga diri kami jatuh."
"Saya tidak benci. Tetapi ini marwah sebuah jabatan. Sudah viral di mana-mana."
"Kades Taji melanggar tiga norma. Sudah tidak pantas, tidak patut jadi suri teladan, Menjatuhkan wibawa Desa Taji," jelasnya.
“Harus mengundurkan diri dengan terhormat."
"Kalau tidak mau mengundurkan diri, kantor kepala desa kami segel karena itu milik rakyat,” kata Pardiyono.
Audiensi yang sempat berjalan tegang akhirnya mereda.
Warga lalu menyerahkan surat mosi pada Kades.