berita

Santri di Kulon Progo Yogyakarta Tewas, Gegara Kesetrum Saat Bantu Pasang Atap di Pondok Pesantren

Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:50 WIB
Ilustrasi - seorang santri meninggal gegera Kesetrum saat pasang atap Ponpes di Kulon Progo, D.I Yogyakarta (Pixabay)

PORTALOKA.ID - Seorang santri di Kulon Progo tewas Kesetrum saat pasang atap pondok pesantren pada Rabu, 30 Oktober 2024 pukul 14.30 WIB.

Tepatnya di kompleks Pondok Pesantren Nurul Amin "Metal" Dusun Malangan, Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Korban berinisial KB (19) asal Blora, Jawa Tengah.

KB meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dan jatuh dari ketinggian saat membantu pasang atap di ponpes.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Gegara Penyempitan Jalan di Bantul Yogyakarta, Tebeng Depan Motor Pecah

Kasi Humas Polres Kulon Progo, AKP Triatmi Noviartuti mengatakan kejadian bermula saat korban dan tiga orang temannya sesama santri ikut membantu pasang atap baja ringan di halaman ponpes.

Saat yang bersamaan tiba-tiba angin berhembus kencang hingga sebabkan baja ringan yang dibawa korban mengenai jaringan listrik utama tegangan tinggi yang berjarak 2 meter dari korban.

"Jadi posisi korban membawa baja ringan, tapi tiba-tiba tertiup angin sehingga baja ringan tersebut miring dan mengenai jaring listrik utama tegangan tinggi yang berjarak sekira 2 meter dari posisi korban mengerjakan rangka atap tersebut," ucap Novi.

Alhasil korban tersetrum dan jatuh dari ketinggian 4 meter.

Baca Juga: Kecelakaan Scoopy vs 2 Mobil di Bantul Yogyakarta, Pengendara Brio Tidak Punya SIM A, 1 Korban Terluka

Akibatnya, KB mengalami luka lecet di dada kiri.

"Saat itu korban tersengat arus listrik tegangan tinggi dan terjatuh ke lantai konblok dengan ketinggian sekira 4 meter, hingga mengalami luka lecet di dada kiri," jelasnya.

Novi bilang, pihak ponpes telah membawa korban ke Rumah Sakit Rizki Amalia Lendah.

Namun, korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

Halaman:

Tags

Terkini