"Proses evakuasi berlangsung 1 jam dengan mengerahkan sekitar 8 personil dari Damkar, SAR Klaten dan relawan," ucap Nur Rochim.
Sementara itu, pemilik sumur, Purnomo menjelaskan peristiwa ponsel tercebur berawal saat sang cucu yang masih balita bermain HP.
Tiba-tiba ponsel tersebut mati karena baterainya habis.
"Tadi cucu saya mainan hp, terus kayaknya baterai habis, terus mati," katanya.
Karena merasa kesal, sang cucu kemudian lari ke belakang rumah.
Sang cucu langsung melempar ponsel itu ke arah sumur.
"Dia lari ke sumur setelah itu hp dilemparkan ke sumur," imbuhnya.
Ponsel itu akhirnya masuk ke dalam sumur sedalam 8 meter.
"Kedalam sumur itu 8 meter dengan ketinggian air 5 meter," ucapnya.
Pihak keluarga sudah berusaha untuk mengevakuasi pontel tersebut sendiri namun gagal.
Akhirnya pihak keluarga menghubungi kantor Damkar Klaten. ***