berita

Kekeringan dan Pam Mati, Warga Bayat, Klaten Serbu Bantuan Droping Air Bersih di Bak Penampungan dari Terpal

Minggu, 22 September 2024 | 10:12 WIB
Dampak kekeringan mengakibatkan warga di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih. (Portaloka.id/Istimewa)

PORTALOKA.ID - Dampak kekeringan mulai terasa dan mengakibatkan warga di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih.

Droping air bersih batuan dari sektor swasta yang datang langsung diserbu warga di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Kamis sore, 19 September 2024.

Droping ar bersih disalurkan di bak penampungan umum yang terbuat dari bahan terpal.

 

Warga langsung menyerbu air bersih itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Ratusan Warga Demakijo, Klaten Ngalap Berkah Berebut 3 Kuintal Gunungan Beras Rojolele Srinuk dan Sayuran hingga Kemeriahan Kirab Budaya

Dampak kemarau sudah menyebabkan sumur milik warga kondisinya mengering.

Sedangkan debit layanan air PDAM di lokasi setempat juga mati karena kemarau.

Krisis air bersih sudah dirakan warga selama beberapa waktu terakir.

Seorag warga, Sukar Nugroho mengatakan setiap hari harus mengambil air bersih sebanyak 10 ember dengan cara dipikul.

Baca Juga: Kecelakaan ABG Naik Scoopy Tewas Terlindas Bus AKAP di Jalan Jogja - Solo Dekat Exit Tol Jogonalan, Klaten

Air bersih tersebut digunakan untuk kebutuhan masak, mandi hingga mencuci.

"Saya cuman berdua sama ibu, setiap hari ambil 10 pikul untuk kebutuhan masak, mandi, nyuci, kebutuhan sehari-hari."

"Air PAM enggak ada, kemarin sebelumnya digilir beberapa hari, namun setelah kemarin enggak ada sama sekali, baru ada bantuan," kata Sukar Nugroho.

Halaman:

Tags

Terkini