Minggu, 19 Juli 2026

Kekeringan dan Pam Mati, Warga Bayat, Klaten Serbu Bantuan Droping Air Bersih di Bak Penampungan dari Terpal

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Minggu, 22 September 2024 | 10:12 WIB
Dampak kekeringan mengakibatkan warga di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih. (Portaloka.id/Istimewa)
Dampak kekeringan mengakibatkan warga di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih. (Portaloka.id/Istimewa)

Warga lainnya, Sri Nur Hidayati mengambil air bersih sebanyak 30 galon per hari untuk kebutuhan 4 orang.

Baca Juga: Antusias Ratusan Pelajar SMP di Delanggu, Klaten saat Presiden Jokowi Melintas Jalan Jogja - Solo dan Bagi-bagi Kaos

Air bersih juga digunakan untuk memasak, mencuci dan kebutuhan lainnya.

"Sesuai kebutuhan masing-masing warga, kalau saya sekitar 30 galon ada."

"Ya untuk memasak, mencuci, kebutuhan lainnya."

"Sehari kalau sore ambil besok sorenya ambil lagi, jadi sehari sekitar 30 galon untuk empat orang dirumah."

Baca Juga: Awal Kisah 2 Bule Ikut Sinoman Hajatan Pernikahan di Trucuk, Klaten hingga Bikin Tamu Undangan Heboh, Berawal dari Rasa Penasaran

"Perasaannya resah, susah kalau enggak punya air, karena air itu sumber kehidupan," ucap Sri Nur Hidayati.

Kini, warga mengandalkan droping air bersih bantuan dari pemerintah atau sektor swasta. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X