berita

Kumpulan Fakta Pria Kulon Progo Yogyakarta yang Tewas di Papua New Guinea, PMI Tanpa Perantara Disnakertrans hingga Kantongi Paspor hingga 2026

Sabtu, 21 September 2024 | 16:08 WIB
Ilustrasi pria asal Kulon Progo, D.I Yogyakarta yang tewas di Papua New Guinea (Freepik)

Melainkan secara mandiri melalui PT KCC Papua New Guinea.

"Iya Mas, berangkat mandiri dengan PT KCC di Papua New Guinea, tidak lewat Disnakertrans," kata Bambang.

Baca Juga: Stop Goreng Tempe! Ini Dia Resep Sambal Tempe Kemangi, Pastinya Enak, Gurih dan Pedas Nendang untuk Menu Tanggal Tua

Meski begitu, Bambang mengatakan pihaknya sudah mengunjungi rumah korban di Lendah, Kulon Progo.

"Dari Dinas juga sudah menyambangi rumah keluarga almarhum di Lendah, dan memang benar ternyata meninggal dunia," ujar Bambang.

3. Kecelakaan Kerja

Bambang mengatakan Syamsudin meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja.

Korban merupakan supervisor produksi di perusahaan plywood di Gazelle District, Kokopo, Papua New Guinea.

"Iya, informasi yang kami terima almarhum mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di perusahaan plywood di Papua New Guinea," ungkap Bambang.

Baca Juga: Seorang Pria Asal Sleman Yogyakarta Tewas di Dasar Kolam Renang, Sempat Dikira Latihan Nyelam, Ternyata Sudah Meninggal 2 Jam

4. Paspor Aktif hingga 2026

Berdasarkan informasi yang didapat, Syamsudin terdaftar sebagai pemilik paspor bernomor E 1545675.

Paspor tersebut terdaftar berlaku hingga 15 Maret 2026.

Itulah 4 fakta pria asal Kulon Progo yang meninggal di Papua New Guinea.***

Halaman:

Tags

Terkini